
Pantau - Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Australia pada 26 Agustus 2026 dan Selandia Baru pada 28 Agustus 2026 untuk memperkuat kemitraan bilateral Indonesia dengan kedua negara.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan rangkaian lawatan Sugiono akan dimulai dengan menghadiri Pertemuan ke-10 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia-Australia dalam format 2+2 di Melbourne.
"Pertemuan 2+2 adalah forum penting bagi Indonesia dan Australia untuk membahas peningkatan hubungan bilateral serta berbagai isu bilateral, di antaranya pertahanan dan keamanan yang menjadi perhatian bersama," kata Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Indonesia-Australia Bahas Keamanan Maritim dan Ketahanan Ekonomi
Pertemuan format 2+2 tersebut akan mempertemukan menteri luar negeri dan menteri pertahanan dari Indonesia dan Australia untuk membicarakan sejumlah agenda strategis kedua negara.
Salah satu agenda yang akan dibahas adalah implementasi traktat keamanan bersama Indonesia-Australia serta penguatan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.
Pencegahan konflik dan keamanan maritim juga masuk dalam agenda pembicaraan kedua negara.
Selain sektor pertahanan dan keamanan, Indonesia dan Australia akan membahas ketahanan ekonomi serta penguatan dan ketahanan rantai pasok.
Sugiono kemudian akan melanjutkan kunjungan kerja ke Selandia Baru pada 28 Agustus 2026 setelah menyelesaikan rangkaian agenda di Australia.
Di Auckland, Sugiono akan mengikuti Pertemuan Komisi Menteri Bersama atau JMC Indonesia-Selandia Baru bersama Menteri Luar Negeri Selandia Baru.
Indonesia Dorong Implementasi Komitmen dengan Selandia Baru
Dalam JMC tersebut, kedua menteri luar negeri akan membahas perkembangan hubungan bilateral dan berbagai potensi kerja sama yang masih dapat dikembangkan oleh Indonesia dan Selandia Baru.
Pertemuan tersebut juga menjadi relevan menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Selandia Baru.
Indonesia akan memanfaatkan JMC untuk mendorong implementasi berbagai komitmen yang sebelumnya telah disepakati kedua negara.
"Dalam JMC mendatang, Indonesia juga akan mendorong berbagai komitmen yang telah disepakati agar dapat ditindaklanjuti," ucap Yvonne.
Pemerintah Indonesia ingin memastikan berbagai program kerja sama dengan Selandia Baru dapat dilaksanakan secara terukur dan menghasilkan capaian konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Lawatan Digelar Usai Dialog Strategis Indonesia-China
Rangkaian kunjungan Sugiono ke Australia dan Selandia Baru akan berlangsung setelah pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Jakarta pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Sugiono dan Wang Yi dijadwalkan terlebih dahulu mengikuti Dialog Komprehensif Strategis atau CSD Indonesia-China.
CSD tersebut menjadi dialog pertama Indonesia dengan negara lain menggunakan mekanisme CSD setelah hubungan Indonesia-China ditingkatkan menjadi kemitraan strategis dan komprehensif.
Setelah CSD, agenda akan dilanjutkan dengan Pertemuan 2+2 yang melibatkan menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia serta China.
Indonesia akan diwakili Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, sedangkan China akan diwakili Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri Pertahanan Dong Jun.
Rangkaian agenda tersebut membuat diplomasi Indonesia dalam beberapa hari mendatang mencakup dialog strategis dengan China serta penguatan hubungan bilateral dengan Australia dan Selandia Baru.
- Penulis :
- Arian Mesa



