
Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengalokasikan hampir Rp100 miliar dari anggaran Kementerian PU untuk mempercepat penanganan tanggap darurat dan pemulihan infrastruktur akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Anggaran tersebut sementara menggunakan dana yang sudah tersedia atau dana eksisting Kementerian PU karena penanganan bencana membutuhkan tindakan cepat.
"Untuk dana, betul kami sementara menggunakan dana eksisting (Kementerian PU). Jadi saya pakai dana-dana yang ada. Mungkin untuk tanggap darurat sementara waktu kita alokasikan hampir sekitar Rp100 miliar," kata Dody.
Menurut Dody, situasi di NTT masih berada dalam kondisi tanggap darurat sehingga Kementerian PU harus bergerak cepat melakukan penanganan terhadap dampak bencana.
"Jadi sementara waktu karena mesti kerja cepat, sementara waktu saya mengambil dari anggaran Kementerian PU," ungkapnya.
Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur
Dody menegaskan kesiapsiagaan Kementerian PU dalam menangani kondisi tanggap darurat sekaligus memulihkan infrastruktur bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
Menurut Dody, pemerintah harus hadir dan bekerja memulihkan kondisi masyarakat ketika bencana menyebabkan akses jalan terputus, pelayanan air berhenti, sekolah tidak dapat digunakan, maupun masyarakat kehilangan tempat tinggal.
Langkah penanganan tersebut disebut sejalan dengan empat pedoman yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pemerintah.
Empat pedoman itu meliputi menjalankan UUD 1945, menjaga kepentingan utama bangsa, mengatasi kesulitan rakyat secepat mungkin, serta bekerja untuk rakyat dan generasi mendatang.
Kementerian PU terus mempercepat pemulihan infrastruktur setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores dan berdampak terhadap sejumlah fasilitas, termasuk jalan dan jembatan.
Dody Tinjau Pengungsi dan Kerusakan di Nagekeo
Dody telah turun langsung ke Kabupaten Nagekeo untuk melihat kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan proses penanganan dan pemulihan infrastruktur berjalan cepat.
Dalam kunjungannya, Dody menemui masyarakat di lokasi pengungsian untuk melihat secara langsung kondisi warga setelah gempa.
Dody juga meninjau sejumlah bangunan yang terdampak dan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Ia kemudian berkoordinasi dengan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus dan Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada terkait langkah penanganan bencana.
Koordinasi tersebut turut melibatkan perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kodim Nagekeo, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mempercepat pendataan kerusakan sekaligus penanganan infrastruktur yang terdampak gempa.
Personel dan Peralatan Dikerahkan Buka Akses
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk menangani jalan serta infrastruktur lain yang terdampak gempa.
Personel dan peralatan tersebut digunakan untuk membuka kembali akses transportasi yang terputus atau terganggu akibat longsor maupun kerusakan badan jalan.
Penanganan tanggap darurat dan pemulihan infrastruktur terus dipercepat agar akses transportasi serta layanan dasar bagi masyarakat terdampak gempa di NTT dapat kembali berfungsi.
- Penulis :
- Leon Weldrick



