
Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memastikan pemerintah pusat hadir membantu masyarakat dan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menangani dampak gempa hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Pemerintah pusat pasti enggak akan tinggal diam. Kita keroyok semua ya," kata Tito saat mengunjungi Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.
Komitmen pemerintah pusat ditunjukkan melalui kehadiran sejumlah menteri, kepala lembaga, dan direktur utama Badan Usaha Milik Negara sejak hari pertama setelah gempa melanda NTT.
Selama lima hari berada di NTT, Tito mengunjungi sejumlah daerah terdampak untuk memastikan penanganan bencana dan dukungan bagi masyarakat berjalan optimal.
Penyelamatan Korban dan Layanan Dasar Jadi Prioritas
Pada Minggu, 16 Agustus 2026, Tito memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Wilayah NTT secara hibrida dari Ruang Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat.
Penanganan tahap awal difokuskan pada penyelamatan korban serta pemulihan layanan dasar, mulai dari kelistrikan, telekomunikasi, bahan bakar minyak, logistik, hingga penanganan korban meninggal dan warga terluka.
Pada hari yang sama, Tito meninjau penanganan pascagempa di Kabupaten Manggarai Timur sekaligus menyerahkan bantuan berupa tenda, makanan, dan makanan cepat saji.
Sehari kemudian, Tito meninjau kerusakan dan berdialog dengan warga Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, yang disebut sebagai salah satu wilayah terdampak paling parah.
Kemendagri menyerahkan santunan Rp15 juta kepada ahli waris korban meninggal serta bantuan dua unit genset, 10 unit tempat tidur lipat, dan uang tunai Rp200 juta untuk dua desa.
Mendagri Minta Pendataan Kerusakan Dipercepat
Tito meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan rumah, fasilitas ibadah, fasilitas pendidikan, sarana usaha, dan fasilitas publik yang rusak agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
"Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari," ujar Mendagri.
Pada Selasa, 18 Agustus 2026, Tito melanjutkan peninjauan ke Kabupaten Ende dan menyerahkan santunan Rp15 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia di Kecamatan Nangapanda.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Nagekeo, tempat rombongan Mendagri sempat dihentikan warga di Kampung Kajulaki, Mbay, yang ingin menyampaikan keluhan mengenai dampak gempa.
Tito kemudian menitipkan bantuan tunai Rp50 juta kepada Ketua Rukun Tetangga untuk dibagikan kepada warga setempat.
Dokumen Warga Terdampak Gempa Akan Dicetak Ulang
Di Nagekeo, Tito memastikan tim Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri membantu penerbitan ulang dokumen kependudukan warga terdampak, termasuk KTP elektronik, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga.
Kemendagri juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk pencetakan ulang dokumen pertanahan serta dengan kepolisian terkait BPKB, STNK, dan SIM milik korban gempa.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Tito melanjutkan peninjauan ke Pelabuhan Laurentius Say dan sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Sikka.
Di Maumere, Mendagri menyerahkan santunan Rp15 juta kepada ahli waris korban meninggal di Kelurahan Kota Uneng serta menitipkan Rp200 juta untuk kebutuhan masyarakat Pulau Palue.
Pemerintah Siapkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Tito kembali meminta pemerintah daerah memperbarui data kerusakan rumah, sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, gedung pemerintah, serta berbagai sarana dan prasarana lainnya.
Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk mempersiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi serta menentukan dukungan kementerian dan lembaga sesuai bidang masing-masing.
"Dari Dinas Kesehatan kan bisa komunikasi dengan Menteri Kesehatan. Kalau fasilitas pendidikan nanti Menteri Dikdasmen. Iya. Dan bangunan pemerintah nanti kita minta ya (Kementerian) PU," tutur Mendagri.
Pemerintah pusat dipastikan terus mengawal penanganan bencana hingga rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat terdampak gempa NTT dapat segera kembali menjalankan aktivitas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



