
Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan pemerintah melakukan pendataan intensif untuk memperbaiki rumah warga yang rusak akibat gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus menyiapkan kelonggaran pembayaran kredit bagi masyarakat terdampak.
Gibran menyampaikan kepastian tersebut saat berdialog dengan warga dalam kunjungannya ke Desa Waso, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (21/8/2026).
Gibran Pastikan Rumah Warga Diperbaiki
Gibran bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengunjungi sejumlah rumah warga yang hancur dan posko pengungsian.
"Jangan lupa didata ya, nanti rumahnya kami perbaiki," kata Gibran ketika berdialog dengan sekumpulan warga.
Pendataan dilakukan sebagai bagian dari penanganan terhadap kerusakan permukiman warga akibat rangkaian gempa yang berdampak berat di Manggarai Timur.
Selain membahas perbaikan rumah, Gibran berdialog dengan Nining Astriani, seorang guru setempat yang turut menjadi penyintas gempa, mengenai beban pembayaran kredit usaha setelah bencana.
"Nanti akan ada grace period, nanti akan diberikan keleluasaan biar tidak terbebani di masa bencana," katanya.
Gempa Tewaskan 78 Orang dan Paksa Puluhan Ribu Warga Mengungsi
Data hingga Kamis (20/8/2026) mencatat sebanyak 78 orang meninggal dunia akibat rangkaian bencana tersebut.
Sebanyak 953 orang juga mengalami luka-luka, sementara 95.871 warga harus mengungsi.
Selain mengunjungi Manggarai Timur, Gibran meninjau posko pengungsian di Kecamatan Reog, Kabupaten Manggarai.
Wapres juga meninjau puskesmas setempat yang mengalami kerusakan untuk melihat kondisi fasilitas pelayanan kesehatan setelah gempa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



