HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Pusat Pastikan Kebutuhan 95 Korban Kebakaran Paseban Terpenuhi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkot Jakarta Pusat Pastikan Kebutuhan 95 Korban Kebakaran Paseban Terpenuhi
Foto: (Sumber :Wali Kota Jakarta Pusat Arifin (dua kiri) saat meninjau lokasi kebakaran di Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada Jumat (21/8/2026). ANTARA/HO-Pemkot Jakpus.)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Pusat memastikan kebutuhan dasar 95 warga dari 35 kepala keluarga yang terdampak kebakaran 15 rumah di Paseban, Kecamatan Senen, terpenuhi, mulai dari perlengkapan sekolah, layanan kesehatan, tempat pengungsian, hingga penerbitan kembali dokumen kependudukan.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan kepastian tersebut saat meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran di Paseban pada Jumat (21/8/2026).

"Kami data seluruh warga terdampak, termasuk anak-anak yang bersekolah. Ada pakaian sekolah, seragam, tas, dan perlengkapan belajar yang ikut terbakar. Tentu kami akan membantu agar mereka bisa kembali bersekolah dengan baik," kata Arifin.

Pemkot Siapkan Perlengkapan Sekolah dan Dokumen Baru

Pemkot Jakarta Pusat telah mendata anak-anak terdampak kebakaran yang menempuh pendidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA agar kebutuhan sekolah mereka segera terpenuhi.

Pendataan dilakukan untuk mencegah aktivitas belajar anak-anak terganggu setelah pakaian, seragam, tas, dan perlengkapan belajar mereka ikut terbakar.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga membuka posko pelayanan untuk membantu warga menerbitkan kembali dokumen kependudukan yang hilang atau terbakar.

Dokumen yang dapat diterbitkan kembali antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan akta kelahiran.

Pelayanan juga mencakup pembaruan Kartu Jakarta Pintar (KJP), BPJS Kesehatan, kartu gratis TransJakarta, serta dokumen layanan masyarakat lainnya yang ikut terbakar.

"Semua akan kami bantu perbarui dan diterbitkan kembali," ujar Arifin.

Puskesmas Layani Korban, Bantuan Rumah Didata

Puskesmas telah menyiapkan tenaga medis untuk memeriksa kondisi kesehatan warga yang mengungsi akibat kebakaran.

Layanan kesehatan terutama diberikan kepada korban yang kehilangan obat-obatan dan memiliki penyakit yang membutuhkan pengobatan rutin.

Pemkot Jakarta Pusat juga masih mendata jumlah rumah terdampak sebelum menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan untuk kebutuhan tempat tinggal.

"Kami data terlebih dahulu jumlah rumah yang terdampak dan terbakar. Setelah itu, kami akan menginventarisasi bantuan yang bisa diberikan," ujar Arifin.

Bantuan pembangunan kembali rumah warga akan dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk dengan mempertimbangkan dukungan dari Baznas Bazis DKI Jakarta.

Kebakaran tersebut menghanguskan 15 rumah dan berdampak terhadap 35 kepala keluarga dengan total 95 jiwa.

Sejak Kamis (20/8/2026) malam, Pemkot Jakarta Pusat bersama dinas terkait telah mendirikan tenda pengungsian di SDN 05 Paseban.

Tenda ditempatkan di luar ruang kelas agar penanganan korban tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan aktivitas olahraga di sekolah.

Penulis :
Ahmad Yusuf