HOME  ⁄  Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio, Lima Pesawat Terlambat dan Satu Dialihkan ke Batam

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio, Lima Pesawat Terlambat dan Satu Dialihkan ke Batam
Foto: Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan pesawat di terminal tunggu penumpang, karena pesawat yang akan mereka tumpangi mengalami penundaan akibat gangguan asap karhutla, Jumat 21/8/2026 (sumber: ANTARA/Jessica Helena Wuysang)

Pantau - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (21/8/2026), setelah jarak pandang turun hingga di bawah 1.000 meter dan berdampak terhadap enam penerbangan pada pagi hari.

Lima dari enam penerbangan tersebut mengalami keterlambatan keberangkatan, sedangkan satu penerbangan kedatangan harus dialihkan ke Bandara Hang Nadim Batam karena terbatasnya jarak pandang.

Lima Penerbangan Terlambat

General Manager Bandara Internasional Supadio Maya Damayanti mengatakan lima penerbangan keberangkatan yang mengalami keterlambatan melayani rute menuju Surabaya, Jakarta, dan Ketapang.

"Lima penerbangan keberangkatan yang mengalami keterlambatan yakni JT 837 rute Pontianak-Surabaya, IU 691 Pontianak-Jakarta, IW 1440 Pontianak-Ketapang, IU 683 Pontianak-Jakarta, dan IU 697 Pontianak-Jakarta," kata Maya Damayanti di Sungai Raya, Jumat.

Sementara itu, penerbangan IU 682 rute Jakarta-Pontianak mengalami gangguan lebih serius akibat jarak pandang yang terbatas.

Pesawat tersebut sempat melakukan go around atau membatalkan proses pendaratan dan kembali terbang sebelum akhirnya dialihkan atau divert menuju Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 08.24 WIB.

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio mengonfirmasi gangguan operasional tersebut disebabkan penurunan jarak pandang akibat kabut asap karhutla di sejumlah wilayah sekitar bandara.

Gangguan akibat keterbatasan jarak pandang juga terjadi dalam beberapa hari sebelumnya, dengan 15 penerbangan tercatat mengalami keterlambatan sepanjang 18-20 Agustus 2026.

Bandara Supadio Perketat Pemantauan Jarak Pandang

Maya menegaskan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama Bandara Supadio dalam menghadapi kabut asap dan keterbatasan jarak pandang.

"Kami terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang di bandara. Koordinasi lintas instansi dengan stakeholder terkait berjalan dengan baik untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan penerbangan terpenuhi di tengah kondisi gangguan asap saat ini," ujarnya.

Bandara Supadio berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Polres Kubu Raya untuk memantau kondisi jarak pandang secara waktu nyata.

Pemantauan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan jarak pandang telah memenuhi standar sehingga operasional penerbangan dapat berlangsung dengan aman.

Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Supadio, jarak pandang pada Jumat pagi turun hingga di bawah 1.000 meter akibat pengaruh kabut asap dari karhutla di sejumlah wilayah sekitar Bandara Internasional Supadio.

Kondisi tersebut berpotensi kembali menyebabkan perubahan jadwal penerbangan apabila jarak pandang belum memenuhi standar keselamatan.

PT Angkasa Pura Indonesia mengingatkan calon penumpang, terutama yang memiliki jadwal keberangkatan pada pagi hari, untuk secara berkala memeriksa status penerbangan kepada maskapai dan mengikuti informasi resmi dari Bandara Internasional Supadio.

Penulis :
Arian Mesa