HOME  ⁄  Nasional

Polda Papua Tengah Kerahkan Ratusan Personel Tangani Karhutla, Nabire Catat 279 Hotspot

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Polda Papua Tengah Kerahkan Ratusan Personel Tangani Karhutla, Nabire Catat 279 Hotspot
Foto: Personel kepolisian saat berusaha memadamkan api yang sudah mendekati pemukiman warga di Distrik Nabire Barat, Jumat 21/8/2026 (sumber: Humas Polda Papua Tengah)

Pantau - Polda Papua Tengah mengerahkan ratusan personel gabungan bersama Satuan Brimob untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Pengerahan personel dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengatakan ratusan personel telah diterjunkan langsung ke lokasi kebakaran untuk membantu memadamkan api.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan kebakaran dapat segera ditangani. Personel telah kami kerahkan bersama unsur terkait untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas,” katanya.

Personel Pantau Titik Api dan Cegah Kebakaran Meluas

Personel yang diterjunkan membawa berbagai perlengkapan pendukung pemadaman serta melakukan penanganan langsung pada titik-titik kebakaran.

Selain melakukan pemadaman, personel terus memantau perkembangan titik api untuk mengetahui potensi penyebaran kebakaran.

Polda Papua Tengah juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait serta masyarakat setempat dalam menangani karhutla.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran api sekaligus mempercepat penanganan apabila muncul titik kebakaran baru.

Kapolda meminta masyarakat tidak melakukan berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api ataupun kepulan asap agar dapat segera ditangani.

BMKG Catat 512 Hotspot di Papua Tengah

Penanganan karhutla dilakukan ketika jumlah hotspot atau titik panas yang terpantau di wilayah Papua Tengah berada pada tingkat cukup tinggi.

Berdasarkan data BMKG Nabire periode 20–21 Agustus 2026, terdapat 512 hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten di Papua Tengah.

Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 279 titik.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 54,5 persen dari keseluruhan hotspot yang terpantau di Papua Tengah.

Dari total 512 hotspot, sebanyak 94 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah.

Sebanyak 409 hotspot berada dalam kategori tingkat kepercayaan sedang.

Sementara itu, sembilan hotspot lainnya tercatat memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Tingginya jumlah hotspot perlu diwaspadai karena dapat menjadi indikator awal adanya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Risiko kebakaran dapat semakin meningkat apabila kondisi cuaca mendukung penyebaran api sehingga pemantauan, pemadaman, koordinasi dengan berbagai pihak, dan pencegahan oleh masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah karhutla meluas.

Penulis :
Arian Mesa