HOME  ⁄  Nasional

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia, Korban Tewas Bertambah Menjadi 321 Orang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia, Korban Tewas Bertambah Menjadi 321 Orang
Foto: (Sumber :Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di reruntuhan bangunan yang hancur akibat gempa bumi di Cali, Kolombia, Rabu (12/8/2026). ANTARA FOTO/Xinhua/Andres Moreno/wsj/am.)

Pantau - Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia bertambah menjadi 321 orang, sementara 4.595 orang terluka berdasarkan laporan Unit Nasional Penanggulangan Risiko Bencana (UNGRD) Kolombia pada Jumat (21/8/2026).

UNGRD juga mencatat sebanyak 257 orang masih dinyatakan hilang dan 364 orang berhasil diselamatkan setelah gempa yang berpusat di Departemen Choco tersebut.

"Data korban: 321 orang meninggal, 4.595 orang terluka, 257 orang dinyatakan hilang, dan 364 lainnya berhasil diselamatkan," ungkap UNGRD melalui pernyataan yang diunggah di platform X.

Jumlah korban meninggal tersebut bertambah dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat 319 orang tewas.

Gempa Berpusat di Departemen Choco

Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin pagi (10/8/2026) dengan pusat gempa berada di Departemen Choco.

Getaran gempa dirasakan di sebagian besar wilayah Kolombia hingga sejumlah negara tetangga.

Operasi evakuasi juga menyasar hewan yang terdampak bencana dengan 1.254 hewan berhasil dievakuasi dari reruntuhan dan 1.236 lainnya terluka.

Kerugian Gempa Diperkirakan Capai Rp133 Triliun

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella pada Selasa (18/8/2026) mengatakan kerugian langsung akibat gempa diperkirakan mencapai 30 triliun peso atau sekitar 7,5 miliar dolar AS, setara Rp133 triliun.

"Pemodelan yang dilakukan sebuah perusahaan swasta menunjukkan kerugian fisik langsung di wilayah Choco, Valle del Cauca, Risaralda, Quindio, dan Caldas diperkirakan mencapai sekitar 30 triliun peso. Angka tersebut mencakup 24,5 triliun peso kerusakan bangunan dan 5,5 triliun peso kerusakan infrastruktur," kata Espriella dalam pernyataan resminya.

Espriella menegaskan nilai kerugian tersebut masih bersifat sementara karena proses survei di wilayah terdampak masih berlangsung.

Penulis :
Aditya Yohan