
Pantau - Pemerintah Indonesia dan China menyiapkan pembentukan Working Level Group untuk membahas peluang kerja sama kedua negara di sektor komunikasi dan digital, termasuk transfer teknologi dan pengembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan pembentukan kelompok kerja tersebut merupakan tindak lanjut dari Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) Indonesia-China yang untuk pertama kalinya diselenggarakan dengan Indonesia sebagai tuan rumah.
Angga menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri CSD Indonesia-China di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kelompok Kerja Bahas Transfer Teknologi dan AI
Working Level Group nantinya antara lain akan mempertemukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI dengan mitra terkait dari China untuk membahas kerja sama secara lebih terperinci.
Mitra dari China juga diharapkan melibatkan ekosistem industrinya dalam pembahasan peluang kolaborasi dengan Indonesia.
"Misalkan di Komdigi, counterpart kita dari RRT juga akan melibatkan ekosistem industri mereka ke kita," kata Angga.
Salah satu bidang yang menjadi fokus pembahasan kedua negara adalah peluang transfer teknologi serta pengembangan AI di Indonesia.
"Banyak sekali sektor Komdigi yang tadi dibahas, kemungkinan kerja sama ke depan seperti transfer of technology, bagaimana pengembangan AI di Indonesia," ungkap Angga.
Selain transfer teknologi dan AI, kedua negara membahas pemanfaatan sumber daya mineral kritis untuk mendukung pengembangan industri semikonduktor.
Pembahasan kerja sama tersebut dengan demikian mencakup pengembangan teknologi digital sekaligus sumber daya yang diperlukan untuk menopang industri teknologi.
Angga menegaskan kerja sama Indonesia dan China harus memberikan keuntungan bagi kedua negara tanpa mengorbankan kepentingan nasional masing-masing.
"Yang terpenting adalah bagaimana kerja sama antara kedua negara saling menguntungkan dan saling tidak mengorbankan kepentingan nasional masing-masing," kata Angga.
Indonesia Ambil Peran dalam Tata Kelola AI Global
Setelah Working Level Group terbentuk, pembahasan berbagai peluang kerja sama akan dilanjutkan secara lebih terperinci pada tingkat sektoral.
Pertemuan lanjutan Indonesia dan China dijadwalkan berlangsung pada awal 2027 dengan China bertindak sebagai tuan rumah.
Selain membahas kerja sama bilateral, Angga menyampaikan posisi Indonesia mengenai tata kelola AI pada tingkat global dalam forum CSD Indonesia-China.
Indonesia disebut telah bergabung dengan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama kecerdasan artifisial yang berada dalam naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Keterlibatan tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembentukan tata kelola AI dunia sekaligus mengambil peran dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial di dalam negeri.
- Penulis :
- Arian Mesa



