
Pantau - Satuan Tugas (Satgas) udara menyiapkan delapan armada untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat melalui patroli udara, pemadaman, dan operasi modifikasi cuaca.
Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setyono mengatakan enam dari delapan armada tersebut ditempatkan di Lanud Supadio, sedangkan dua lainnya digeser ke Kabupaten Ketapang.
"Sebanyak enam armada ditempatkan di Lanud Supadio untuk mendukung patroli udara dan water bombing, sedangkan dua armada lainnya digeser ke Kabupaten Ketapang yang memiliki jumlah hotspot cukup tinggi," ungkap Sidik.
Enam armada di Lanud Supadio dipersiapkan untuk mendukung patroli udara dan pemadaman menggunakan teknik water bombing.
Dua armada lainnya secara khusus ditempatkan di Ketapang karena daerah tersebut memiliki jumlah hotspot yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah wilayah lainnya.
Ketapang, Kubu Raya, dan Mempawah Catat Hotspot Terbanyak
Berdasarkan data yang diterima Satgas, terdapat tiga kabupaten di Kalimantan Barat dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni Ketapang, Kubu Raya, dan Mempawah.
"Berdasarkan data yang kami terima, sampai saat ini terdapat tiga kabupaten yang memiliki jumlah hotspot terbanyak yaitu Ketapang, Kubu Raya dan Mempawah," kata Sidik.
Selain patroli dan pemadaman udara, Lanud Supadio memberikan dukungan terhadap operasi modifikasi cuaca untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Bahan semai untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca telah dipersiapkan, disimpan di gudang, dan siap digunakan sesuai kebutuhan penanganan karhutla.
Menurut Sidik, pemadaman udara menggunakan teknik water bombing dilakukan sebagai langkah terakhir dengan mempertimbangkan kondisi kebakaran di lapangan.
Pada Jumat, helikopter Sikorsky UH-60L dikerahkan untuk melakukan pemadaman karhutla di Desa Mekar Sari, Kabupaten Kubu Raya.
Hotspot Kategori Tinggi Turun Menjadi 32 Titik
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat operasi darat dan udara, terutama di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalimantan Barat Ridwan mengatakan jumlah hotspot kategori tinggi menunjukkan tren penurunan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pada 19 Agustus tercatat 521 hotspot kategori tinggi yang tersebar di 12 kabupaten, kemudian turun menjadi 224 titik pada 20 Agustus dan kembali berkurang menjadi 32 titik pada 21 Agustus.
"Pada 21 Agustus kemarin kembali mengalami penurunan dengan jumlah 32 titik. Tentunya penurunan hotspot ini akan menjadi target kami dalam penanganan karhutla dengan memasifkan keterlibatan satgas darat dan udara," ungkap Ridwan.
Menurut Ridwan, penurunan jumlah titik panas tersebut tidak terlepas dari penanganan intensif Satgas darat dan udara bersama berbagai unsur terkait untuk mencegah kebakaran berkembang dan meluas.
BPBD Kalimantan Barat membagi operasi penanganan karhutla menjadi dua unsur utama, yakni Satgas darat dan Satgas udara.
Satgas darat berkolaborasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Satpol PP untuk menentukan lokasi yang membutuhkan pemadaman dan pembasahan.
"BPBD Kalbar membagi operasi penanganan menjadi satgas darat dan satgas udara. Satgas darat berkolaborasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Satpol PP untuk menentukan lokasi pemadaman dan pembasahan," kata Ridwan.
- Penulis :
- Leon Weldrick



