HOME  ⁄  Nasional

Gempa Magnitudo 4,8 Mengguncang Perairan Manggarai NTT, Pusat Gempa Berada di Kedalaman 31 Kilometer

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gempa Magnitudo 4,8 Mengguncang Perairan Manggarai NTT, Pusat Gempa Berada di Kedalaman 31 Kilometer
Foto: Arsip - Seorang warga berada di reruntuhan rumah di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026).

Pantau - Gempa bumi magnitudo 4,8 mengguncang wilayah perairan sekitar 84 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026) pukul 00.42 WITA.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada koordinat 7,85 derajat Lintang Selatan dan 120,50 derajat Bujur Timur.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 31 kilometer.

BMKG Belum Sampaikan Informasi Potensi Tsunami

Hingga informasi awal disampaikan, BMKG belum memberikan keterangan mengenai potensi tsunami akibat gempa magnitudo 4,8 tersebut.

Belum terdapat pula laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa.

BMKG dalam informasi resminya mengingatkan data awal gempa mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan belum stabil dan dapat berubah seiring kelengkapan data.

"Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," demikian keterangan BMKG melalui akun resminya.

Sejumlah Gempa Mengguncang Perairan NTT

Wilayah perairan NTT sebelumnya juga diguncang sejumlah gempa dengan magnitudo berkisar 2,0 hingga 4,0 berdasarkan pemantauan BMKG.

Sekitar 16 menit sebelum gempa magnitudo 4,8 terjadi, gempa magnitudo 4,0 mengguncang wilayah perairan sekitar 74 kilometer dari Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Minggu pukul 00.26 WITA.

Gempa magnitudo 4,0 tersebut berpusat pada koordinat 7,95 derajat Lintang Selatan dan 120,56 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 14 kilometer.

BMKG terus memantau aktivitas kegempaan di wilayah tersebut, sementara informasi mengenai dampak gempa magnitudo 4,8 masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Penulis :
Gerry Eka