
Pantau - Tim Relawan Medis Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menembus wilayah pegunungan Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membawa bantuan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak bencana.
Tim bergerak menuju Kecamatan Cibal dan Reok Barat setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.
Ketua Tim Bantuan Medis UMI di lapangan, dr. Berry Erida Hasbi, Sp.B, mengatakan sejumlah puskesmas di wilayah tersebut dilaporkan belum memiliki dokter.
"Kami mendapat informasi bahwa di sejumlah puskesmas belum ada dokter. Karena itu, setelah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Kesehatan, kami bergerak ke Cibal dan Reok Barat," ujarnya.
Tim memilih menjangkau wilayah pegunungan karena berdasarkan informasi Dinas Kesehatan dan BPBD Manggarai masih terdapat daerah yang membutuhkan dukungan tenaga medis.
Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam dengan melewati jalan berkelok, lereng pegunungan, serta sejumlah ruas yang rusak akibat kondisi pascabencana.
"Sekitar tiga hingga empat jam tim menyusuri jalan berkelok, melewati lereng pegunungan dan sejumlah ruas jalan yang rusak akibat kondisi pascabencana. Kami turut bahagia karena kedatangan kami disambut baik," katanya.
Setibanya di lokasi, relawan langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga, termasuk anak-anak yang mengalami batuk dan sesak serta lansia yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.
Tim juga menemukan kebutuhan dasar warga pascabencana berupa obat-obatan, selimut, terpal, dan tempat berlindung.
Berry mengatakan sebagian tim medis lainnya bergerak menuju Dampek, sementara kebutuhan pelayanan kesehatan di Cibal dan Reok Barat masih cukup tinggi.
"Tempat ini belum banyak tersentuh karena rata-rata tim medis lain ke daerah Dampek. Karena itu kami mencoba menjangkau Cibal dan Reok Barat," jelasnya.
Dalam misi tersebut, relawan medis UMI memberikan pemeriksaan kepada 110 pasien yang mendatangi tenda pengobatan.
Tim juga mendatangi langsung 10 pasien di rumah masing-masing karena kondisi mereka membutuhkan pelayanan kesehatan.
"Total 120 warga memperoleh pelayanan kesehatan dalam misi tersebut. Keluhan yang banyak ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dermatitis, dan gangguan tidur atau insomnia," katanya.
Pelayanan tersebut menjadi bagian dari penanganan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Manggarai yang masih menghadapi keterbatasan akses dan kebutuhan dasar pascabencana.
- Penulis :
- Gerry Eka



