
Pantau - Kementerian Kesehatan menjadikan Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, sebagai model percontohan nasional setelah wilayah tersebut melampaui target program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan mencatat capaian positif dalam penemuan kasus tuberkulosis (TBC).
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan di Jakarta, Minggu (23/8/2026), cakupan CKG di Banten berdasarkan data Kemenkes per 19 Agustus telah mencapai 5.934.010 jiwa atau 100,60 persen dari target.
Capaian tersebut menempatkan Banten dalam tiga besar provinsi dengan cakupan CKG tertinggi di Indonesia.
“Lebih lanjut, penemuan kasus TBC di wilayah ini pada tahun sebelumnya berhasil menembus 112 persen dari estimasi beban kasus, dengan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 91 persen,” katanya.
Integrasi Layanan Jadi Kunci Keberhasilan Banten
Benjamin mengatakan keberhasilan Banten tidak terlepas dari integrasi layanan kesehatan dan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah penggunaan X-ray portabel dalam program CKG untuk mempercepat deteksi kelainan paru, termasuk TBC.
Pemeriksaan tersebut juga diintegrasikan dengan penjaringan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus.
“Masyarakat yang mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes bisa langsung ditangani dan diberikan obat, kemudian melanjutkan pengobatan ke puskesmas. Jika memerlukan tindakan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit,” katanya.
Kemenkes telah menyiapkan alokasi 16 unit X-ray melalui APBN 2026 untuk delapan kabupaten dan kota di Banten yang memenuhi kriteria.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus bekerja sama menyukseskan program CKG untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Alhamdulillah, Provinsi Banten telah melampaui target, tapi kami masih punya target sendiri bahwa kami ingin lebih dari separuh warga Banten mengikuti Cek Kesehatan Gratis. Kabupaten Tangerang juga telah melampaui 46 persen, hampir 6 juta warga Banten telah mengecek kesehatannya,” ujar Gubernur Andra Soni.
Tangerang Siapkan Strategi Jemput Bola
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan pemerintah daerah akan menggunakan pendekatan proaktif atau jemput bola untuk menuntaskan sasaran CKG di wilayahnya.
“Sasaran CKG kita berjumlah 1,6 juta jiwa, dan terhitung hari ini sudah tercapai 1,52 juta. Sisa target sekitar 100 ribu warga akan kita selesaikan pada bulan September ini dengan turun langsung menyasar balita, lansia, hingga ibu hamil di posyandu desa-desa,” kata Bupati Maesyal.
Secara nasional, pemerintah menargetkan program CKG menjangkau 130 juta jiwa sepanjang 2026, sedangkan cakupannya saat ini telah mencapai sekitar 82 juta jiwa.
Kemenkes mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan CKG di fasilitas kesehatan terdekat untuk membantu mendeteksi risiko penyakit sejak dini sekaligus memutus rantai penularan TBC.
- Penulis :
- Gerry Eka



