
Pantau - Pasukan Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra bersama tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 17 desa dan kelurahan di Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi hingga Minggu (23/8/2026).
Karhutla yang berlangsung sejak Sabtu (22/8/2026) tersebut terjadi di tengah kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino yang meningkatkan kerawanan kebakaran di wilayah Sumatra.
"Hingga hari ini tim gabungan masih berjibaku memadamkan karhutla di 17 desa dan kelurahan di tiga provinsi," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Ferdian Krisnanto di Pangkalpinang, Minggu.
Karhutla Belum Padam di Tiga Provinsi
Hingga Minggu pukul 09.00 WIB, kebakaran di Sumatera Selatan masih terjadi di Desa Suka Maju, Pemulutan Ilir, Pangkalan Lampam, Tulung Selapan Ilir, Kota Bui, dan Teluk Limau.
Di Riau, karhutla belum berhasil dipadamkan di Kelurahan Kemurutan, Sungai Guntung, Rendang Seko, Pagaruyuang, Rimbo Panjang, Pangkalan Baru, dan Tembesi.
Sementara itu, kebakaran di Jambi masih ditangani di Desa Pemayungan, Muntialo, Lubuk Kepayang, dan Ladang Peris.
Ferdian mengatakan kebakaran yang sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah Kepulauan Bangka Belitung sudah berhasil ditangani.
"Alhamdulillah, seluruh kejadian karhutla yang terjadi di desa dan kelurahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil dipadamkan," katanya.
Karhutla di Sumatera Selatan yang berhasil dipadamkan pada Sabtu terjadi di Desa Muara Lawai, Sukajadi, Muara Medak, dan Kelurahan Banyu Lencir.
Di Jambi, kebakaran yang telah dipadamkan berada di Kelurahan Teratai serta Desa Ampelu Mudo, Bukit Tempurung, Kerang Mendapo, dan Jebak.
Tim Gabungan Terus Berupaya Kendalikan Api
Penanganan kebakaran melibatkan Manggala Agni, pemerintah daerah, Polri, TNI, dan masyarakat di wilayah terdampak.
"Saat ini pasukan Manggala Agni bersama pemerintah daerah, Polri, TNI dan masyarakat masih berjibaku memadamkan karhutla di 17 desa dan kelurahan ini dan diharapkan api dapat segera dikendalikan," katanya.
Ferdian menyebut kondisi kemarau ekstrem akibat El Nino membuat kawasan tersebut rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat pun diminta tidak membuka kebun atau lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas pembakaran di kawasan rawan.
"Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan, kalau bisa jangan membakar sampah di tempat-tempat rawan dan meninggalkan api yang masih menyala," katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka



