
Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena membawa langsung bantuan kemanusiaan ke tiga titik terdampak gempa magnitudo 7,7 di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, untuk memastikan kebutuhan dasar warga dan distribusi bantuan berjalan baik.
Gubernur yang akrab disapa Melki itu meninjau Desa Ta'do, Bekek, dan Lengkosambi Barat pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekaligus mengecek kondisi pengungsi dan kebutuhan penanganan lanjutan.
"Perhatian terhadap Riung sempat terputus karena sejak awal listrik dan sinyal juga putus. Tetapi kita sekarang berada dalam tahap tanggap darurat dan kita akan usahakan dengan berbagai cara agar kebutuhan masyarakat bisa kita penuhi," kata Melki dalam keterangan resmi yang diterima di Kupang, Minggu.
Melki untuk sementara berkantor di Pulau Flores guna memantau langsung kondisi masyarakat dan memastikan penanganan bencana di wilayah terdampak berjalan sebagaimana mestinya.
Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Bantuan yang dibawa pemerintah antara lain beras, bahan kebutuhan pokok, bantal, dan selimut bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.
Di Desa Ta'do, warga masih diarahkan tetap tinggal di lokasi pengungsian hingga kondisi dinyatakan aman untuk kembali ke rumah masing-masing.
Melki juga mendatangi posko pengungsian yang didirikan kepolisian di halaman Gereja St. Petrus dan Paulus di Bekek, salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup besar.
Sementara itu, sebagian masyarakat Lengkosambi Barat dilaporkan memilih mengungsi ke wilayah pegunungan setelah gempa.
Penanganan di wilayah tersebut sebelumnya turut terkendala akibat terputusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi.
Warga menyampaikan kebutuhan makanan dan minuman relatif mencukupi, tetapi masih menghadapi persoalan tempat tidur, kebutuhan istirahat pada malam hari, serta keterbatasan layanan pengobatan.
"Pemerintah kabupaten sampai desa harus memastikan distribusi bantuan berjalan dengan baik, sehingga masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapat bantuan," ujar Melki.
Kerusakan Mulai Didata untuk Tahap Pemulihan
Melki meminta pemerintah daerah hingga pemerintah desa segera mendata rumah warga serta fasilitas publik yang rusak meskipun gempa susulan masih terjadi.
"Mulai sekarang harus didata, meskipun datanya masih akan dinamis karena masih ada gempa susulan. Rumah masyarakat harus didata, termasuk sarana dan prasarana publik lainnya seperti kantor, pustu, jembatan, dan fasilitas umum lainnya," katanya.
Pendataan tersebut diperlukan sebagai gambaran awal pemerintah dalam menentukan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi setelah masa tanggap darurat berakhir.
Pemerintah menyiapkan skema bantuan rumah sekitar Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk kerusakan berat.
"Setelah masa tanggap darurat, kita akan masuk ke tahap perbaikan. Karena itu pendataan harus dimulai dari sekarang," ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTT juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat dalam menangani dampak gempa di Flores.
"Dengan komitmen kita bersama, saya pastikan tugas saya adalah memastikan seluruh dukungan dari pusat bisa penuh sampai ke daerah," ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka



