HOME  ⁄  Nasional

Kemenhub Memperkuat Keselamatan Pelayaran Pelni lewat Pelatihan Darurat di Atas Kapal

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kemenhub Memperkuat Keselamatan Pelayaran Pelni lewat Pelatihan Darurat di Atas Kapal
Foto: Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub, memperkuat budaya keselamatan pelayaran di kapal milik Pelni melalui peningkatan kesiapsiagaan darurat di laut.

Pantau - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memperkuat budaya keselamatan pelayaran di kapal Pelni melalui pelatihan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di laut.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenhub memperbaiki tata kelola keselamatan pelayaran secara menyeluruh dengan meningkatkan kemampuan praktis awak kapal.

Salah satu kegiatan dilaksanakan melalui Workshop Safety Training di atas KM Kelud selama pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau.

Awak Kapal Dilatih Menghadapi Kondisi Darurat

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin mengatakan pelatihan dirancang agar awak kapal mampu menerapkan prosedur keselamatan secara cepat ketika terjadi keadaan darurat.

"Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap awak kapal tidak hanya memahami prosedur keselamatan secara teori, tetapi juga mampu menerapkan secara tepat dan cepat ketika menghadapi kondisi darurat," kata Samsuddin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Pelatihan serupa juga telah diselenggarakan di kapal Pelni lainnya, yakni KM Nggapulu, KM Tidar, dan KM Doro Londa.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran perwira, anak buah kapal (ABK), serta personel terkait untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengoperasikan peralatan keselamatan sesuai standar maritim internasional.

Pelaksanaan pelatihan secara langsung di kapal yang sedang berlayar atau on-board training memberikan pengalaman kepada peserta dalam menghadapi kondisi operasional dan berbagai potensi risiko di laut.

Simulasi Sekoci hingga Penanggulangan Kebakaran

Rangkaian pelatihan mencakup pembekalan teori dan simulasi prosedur tanggap darurat atau Emergency Response, navigasi, serta komunikasi ketika menghadapi situasi kritis di laut.

Peserta juga berlatih menggunakan peralatan keselamatan atau Life-Saving Appliances, termasuk peluncuran sekoci, rakit penolong atau liferaft, serta penggunaan jaket pelampung secara cepat dan tepat.

Pelatihan turut mencakup penanggulangan kebakaran menggunakan Fire-Fighting Equipment melalui simulasi kesiapsiagaan dan pengoperasian sistem pemadam kebakaran di kapal.

Samsuddin menegaskan peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan awak kapal menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan transportasi laut yang kuat dan berkelanjutan.

"Kami berharap hasil dari workshop ini dapat semakin meningkatkan kepercayaan para pengguna jasa terhadap jaminan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayaran," ungkapnya.

Penulis :
Gerry Eka