
Pantau - Pemerintah pusat menunjuk sejumlah pejabat setingkat menteri untuk berbagi wilayah dalam mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, dengan fokus utama pada enam provinsi rawan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembagian wilayah dilakukan agar penanganan karhutla mendapat perhatian lebih intensif dari pemerintah pusat.
"Pemerintah pusat sudah menunjuk beberapa pejabat setingkat menteri untuk kita berbagi wilayah. Jadi, ada yang memang kita bagi tugas untuk atensi di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan seterusnya," kata Prasetyo saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Pejabat yang mendapat penugasan tersebut antara lain sejumlah menteri koordinator dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
Prasetyo menegaskan pembagian wilayah bukan berarti setiap pejabat hanya bertanggung jawab terhadap daerah tertentu, melainkan untuk memastikan percepatan penanganan karhutla.
Enam Provinsi Jadi Prioritas Penanganan
Pemerintah memprioritaskan penanganan karhutla di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Prasetyo mengatakan pemerintah untuk sementara belum berencana membentuk satuan tugas khusus karhutla karena koordinasi lintas sektor yang berjalan dinilai cukup kuat.
"Saya kira belum. Karena kemarin hasil dari lapangan, penanganan yang itu juga koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat. Kemudian kalaupun ada keperluan penambahan beberapa peralatan termasuk heli untuk water bombing sampai APD dan penambahan pasukan, semua sudah dikerjakan," jelasnya.
Sebanyak 12.880 personel telah dikerahkan pemerintah untuk melakukan pemadaman, operasi modifikasi cuaca, dan pemantauan kualitas udara di wilayah terdampak.
Prabowo Perintahkan Tambahan Peralatan Pemadaman
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan dan berkoordinasi dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8/2026).
Dalam rapat tersebut, pemerintah mengarahkan penambahan peralatan dan fasilitas untuk mendukung operasi pemadaman di lapangan.
Bantuan yang disiapkan mencakup empat helikopter untuk water bombing, 100 unit pompa air, 2.000 unit alat pelindung diri, cangkul gepyok, sumur bor, dan selang air.
Penambahan personel dan peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengendalian karhutla sekaligus mempercepat pemadaman di wilayah prioritas.
- Penulis :
- Gerry Eka



