
Pantau - Kebakaran hutan di Indonesia tidak hanya menghilangkan tutupan vegetasi dan meningkatkan emisi karbon, tetapi juga mengancam biodiversitas, sumber daya genetik, modal alam, kearifan lokal, hingga DNA Sustainability yang melekat pada kehidupan masyarakat sekitar hutan.
Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tinggi memiliki hutan yang menyimpan habitat, flora, fauna, sumber daya genetik, air, tanah, pangan, obat-obatan, serta berbagai jasa ekosistem.
Bagi masyarakat adat dan komunitas lokal, hutan juga menjadi ruang hidup, sumber penghidupan, identitas budaya, serta tempat berkembangnya pengetahuan dan kearifan lokal.
"Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya pohon, satwa dan karbon. Yang mungkin ikut terbakar adalah sebagian dari pengetahuan, identitas, budaya, dan DNA sustainability Indonesia," tulis E. Kurniawan Padma dalam telaah yang dipublikasikan ANTARA, Senin (24/8/2026).
Luas Kebakaran Belum Menggambarkan Seluruh Kerugian
Luas kawasan yang terbakar selama ini menjadi salah satu indikator utama untuk menggambarkan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Namun, kawasan dengan luas kebakaran yang sama belum tentu memiliki nilai ekologis dan sosial yang setara karena karakteristik ekosistem di setiap wilayah berbeda.
Kawasan seluas 1.000 hektare dengan biodiversitas relatif rendah dapat memiliki nilai yang berbeda dibandingkan kawasan dengan luas serupa yang menjadi habitat spesies endemik, koridor ekologis, kawasan gambut, sumber air, serta ruang hidup masyarakat lokal.
Karena itu, penilaian dampak kebakaran tidak hanya dapat didasarkan pada jumlah hektare lahan yang terbakar, tetapi juga perlu melihat unsur yang berada di dalam ekosistem tersebut.
"Berapa hektare hutan yang terbakar?" menjadi pertanyaan yang perlu dikembangkan menjadi "Apa saja yang berada di dalam kawasan tersebut dan berapa nilai yang hilang ketika ekosistem itu terbakar?" tulis E. Kurniawan Padma.
Biodiversitas dan Modal Alam Perlu Diperhitungkan
Perhitungan dampak kebakaran hutan perlu memasukkan nilai biodiversitas, natural capital value, dan kearifan lokal agar kerugian yang terjadi dapat tergambarkan secara lebih menyeluruh.
Hilangnya kawasan hutan dapat berdampak pada habitat satwa, spesies endemik, sumber daya genetik, ketersediaan air, hingga berbagai sumber pangan dan obat-obatan.
Dampak kebakaran juga dapat menjangkau masyarakat yang menggantungkan kehidupan, kebudayaan, dan pengetahuan tradisionalnya pada keberadaan hutan.
Pendekatan tersebut menempatkan hutan bukan sekadar sebagai kumpulan pohon atau penyimpan karbon, melainkan sebagai ekosistem yang memiliki nilai ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi.
Dengan demikian, penghitungan dampak kebakaran hutan membutuhkan penilaian terhadap kekayaan yang berada di dalam kawasan terdampak, bukan hanya berdasarkan luas lahan yang terbakar.
- Penulis :
- Aditya Yohan



