
Pantau - Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mendukung pelaksanaan Papeda Summit 2026 di Sorong, Papua Barat Daya, pada 2-4 September 2026 sebagai forum yang membahas pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.
Dukungan tersebut disampaikan John saat menerima tim Papeda Summit di Wamena pada Kamis (13/8/2026).
Dalam pertemuan itu, tim Papeda Summit memaparkan agenda yang akan mempertemukan pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, serta berbagai pihak lainnya.
“Saya mendukung, ini kegiatan yang sangat baik dan mempertemukan para pihak. Saya akan upayakan bisa hadir,” kata John.
John menyoroti pengembangan komoditas lokal sebagai salah satu sektor yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat adat di Papua.
Menurut dia, berbagai potensi komoditas lokal perlu dikembangkan agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari sumber daya yang dimiliki wilayahnya.
John juga berharap masyarakat adat memiliki hak atas wilayah sekaligus memperoleh ruang untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Selain masyarakat adat, dia menilai akademisi perlu dilibatkan dalam pembahasan mengenai pembangunan di Tanah Papua.
“Pelibatan akademisi juga penting dalam pertemuan Papeda Summit nanti, terutama akademisi dari Papua karena mereka lebih memahami tentang kondisi tanah kita,” ujarnya.
Kepala Regional EcoNusa Wilayah Papua Maryo Sanuddin yang mewakili tim Papeda Summit mengatakan akademisi menjadi salah satu kelompok yang akan dilibatkan dalam forum tersebut.
Papeda Summit 2026 akan berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 500 orang.
Peserta tersebut mencakup perwakilan pemerintah pusat, kedutaan besar, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan.
Sekitar 100 pembicara dan moderator juga dijadwalkan mengisi berbagai sesi mengenai pembangunan berkelanjutan serta penguatan kolaborasi di Tanah Papua.
Selain forum diskusi, Papeda Summit 2026 akan menghadirkan pameran produk lokal dan praktik baik masyarakat adat dari enam provinsi di Tanah Papua.
Kegiatan tersebut juga direncanakan menjadi momentum penyusunan Deklarasi Sorong sebagai komitmen bersama enam provinsi untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan



