HOME  ⁄  Nasional

Pemprov NTB Bentuk Satgas untuk Percepat Pemulihan Desa Adat Sade Pascakebakaran

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemprov NTB Bentuk Satgas untuk Percepat Pemulihan Desa Adat Sade Pascakebakaran
Foto: Kepala Pelaksana BPBD Nusa Tenggara Barat (NTB) Sadimin (sumber: ANTARA/Nur Imansyah)

Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk satuan tugas (satgas) untuk mempercepat pemulihan dan penataan Desa Adat Sade di Desa Rambitan, Kabupaten Lombok Tengah, setelah kawasan tersebut dilanda kebakaran pada Sabtu, 22 Agustus, malam.

Pembentukan satgas merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang diputuskan dalam rapat pimpinan Pemerintah Provinsi NTB bersama Wakil Gubernur NTB.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengatakan satgas pemulihan dan penataan Desa Adat Sade akan dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB.

"Sudah diputuskan satgas ini nanti dipimpin Asisten II Setda Pemprov NTB," ungkap Sadimin.

Satgas Fokus Percepat Rehabilitasi Desa Adat Sade

Pembentukan satgas ditujukan untuk mempercepat pemulihan dan penataan kembali Desa Adat Sade yang juga merupakan kawasan wisata adat.

Ketua satgas memiliki tugas utama mempercepat pemulihan kawasan pascakebakaran sekaligus mengoordinasikan penyusunan dan pelaksanaan rencana rehabilitasi.

Satgas juga akan membagi peran dan tanggung jawab di antara berbagai instansi yang terlibat dalam proses pemulihan.

"Tugas utama dari ketua satgas ini mempercepat pemulihan, mengkordinasikan rencana rehabilitasi, serta membagi peran antarinstansi terkait," kata Sadimin.

Berdasarkan data BPBD NTB, kebakaran berdampak terhadap 120 kepala keluarga (KK) dengan jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar 320 jiwa.

Sebanyak 75 rumah adat dan satu bangunan masjid tercatat mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut.

Kerusakan bangunan tradisional juga meliputi delapan lumbung alang-alang, 69 arsop, empat berugak besar, enam berugak sekepat, dan satu bale belik.

Kebakaran turut berdampak terhadap satu fasilitas kawasan wisata dan satu gerbang adat.

Kerugian Masih Dihitung, Bantuan Darurat Disalurkan

Nilai kerugian akibat kebakaran masih dihitung Pemerintah Provinsi NTB meski Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebelumnya memperkirakan kerugian mencapai Rp34 miliar.

"Kalau nilai kerugiannya berapa itu masih dihitung. Kalau Pemkab Lombok Tengah sebut Rp34 miliar nilai kerugiannya. Kalau dari kami masih dihitung ya," ungkap Sadimin.

Penyaluran bantuan kepada warga terdampak saat ini ditangani langsung di lokasi oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

BPBD NTB turut memberikan dukungan berupa berbagai perlengkapan darurat, termasuk tenda dan terpal.

"Kalau berapa kami tidak monitor karena ditangani di Lombok Tengah. Kalau dari BPBD NTB ada tenda, terpal, dan lain-lain," kata Sadimin.

Gubernur Pastikan Kebutuhan Dasar Warga Terpenuhi

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebelumnya memastikan pemerintah daerah menjamin kebutuhan dasar masyarakat Desa Adat Sade yang terdampak kebakaran serta memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak selama proses penanganan pascakebakaran.

"Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dalam keadaan selamat," kata Iqbal.

Iqbal menegaskan penanganan warga terdampak tidak boleh hanya berhenti pada penyediaan tempat pengungsian.

Pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi, terutama bagi keluarga yang kehilangan rumah atau mengalami kerusakan tempat tinggal.

Kebutuhan tersebut meliputi sandang, pangan, serta jaminan rasa aman bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah juga perlu memastikan aktivitas sosial dan ekonomi warga tetap berjalan dan dapat dipulihkan secara bertahap.

"Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan," ungkap Iqbal.

Penulis :
Shila Glorya