HOME  ⁄  Nasional

MPR Gelar Wayang Kulit Peringati HUT ke-81 RI, Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Budaya dan Persatuan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

MPR Gelar Wayang Kulit Peringati HUT ke-81 RI, Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Budaya dan Persatuan
Foto: (Sumber :Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, secara simbolis menyerahkan tokoh wayang kepada Ki Jatmiko Anom Saputro sebagai tanda dimulainya Pagelaran Rakyat Wayang Kulit di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).)

Pantau - MPR RI menggelar Pagelaran Rakyat Wayang Kulit untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI dengan mengangkat budaya sebagai sarana memperkuat identitas dan persatuan bangsa.

Pagelaran yang menampilkan lakon Bimo Kurdo oleh dalang Ki Jatmiko Anom Saputro tersebut digelar di halaman Gedung DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026) malam.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan pelaksanaan konstitusi perlu berjalan beriringan dengan upaya merawat kebudayaan nasional.

"Agama dan kebangsaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia," tegasnya.

HNW Dorong Pelestarian Budaya Nusantara

HNW mengatakan kebudayaan Nusantara, termasuk budaya Jawa dan Sunda, merupakan kekayaan bangsa yang perlu dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Sesuai Pancasila dan UUDDNRI 1945, Agama kita maupun kebangsaan kita adalah dua kondisi yang tidak terpisah. Ibarat dua wajah dari mata uang yang sama,” ujarnya.

Menurut HNW, MPR menggunakan pagelaran budaya sebagai salah satu sarana untuk menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI karena pendekatan kebudayaan dapat mendekatkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan konstitusi memberikan perhatian terhadap pengembangan kebudayaan nasional sehingga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkannya.

Wayang kulit menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia yang telah memperoleh pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya takbenda sehingga pelestariannya dinilai turut menjaga identitas bangsa.

Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, HNW mengajak masyarakat mempertahankan optimisme dan persatuan meski menghadapi berbagai persoalan, mulai dari bencana alam hingga tekanan ekonomi.

“Kalau kita tidak pandai-pandai merajut dan menyegarkan kembali ingatan kesyukuran akan kemerdekaan Indonesia, bisa jadi pesimisme akan mendominasi, sehingga bisa jadi perasaan sebangsa dan setanah air kita akan semakin menjadi gersang,” ujarnya.

Lakon Bimo Kurdo Bawa Pesan Persatuan

HNW mengatakan lakon Bimo Kurdo yang dibawakan Ki Jatmiko Anom Saputro memiliki pesan yang relevan dengan semangat kemerdekaan Indonesia.

Kisah tersebut menggambarkan perjuangan menghadapi berbagai cobaan, hambatan, dan kejahatan hingga akhirnya kebenaran memperoleh kemenangan.

HNW berharap pagelaran wayang kulit menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran mengenai pentingnya persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Kita di partai politik, kita di lembaga negara, kita di Jawa maupun suku lainnya, kita bisa menyatu padu sebagai sesama warga dan rakyat Indonesia. Persis seperti yang dicontohkan oleh Bapak2 Bangsa yg tergabung dalam BPUPK, Panitya 9 maupun PPKI. Mudah-mudahan ini bagian dari bukti syukur kita kepada Allah yang telah memberi karunia dengan memerdekakan Indonesia,” pungkas HNW.

Pagelaran secara resmi dimulai setelah HNW menyerahkan tokoh wayang secara simbolis kepada Ki Jatmiko Anom Saputro.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring, Ketua Fraksi PKS DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, jajaran DPP dan Dewan Syariah PKS, serta pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI.

Penulis :
Ahmad Yusuf