
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan pompa air untuk mengatasi kekeringan yang mengancam lahan pertanian dan tanaman padi milik warga di Desa Muara Limun, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi menyalurkan air dari Sungai Batang Asai menuju persawahan yang mengalami kekurangan air.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, terutama sektor pertanian yang sangat bergantung pada kepastian pasokan air.
"Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim," kata Dody di Jakarta, Selasa.
Air Sungai Batang Asai Dipompa Sejauh 250 Meter
Sumber air Sungai Batang Asai berada sekitar 250 meter dari persawahan sehingga air dipompa dan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi yang terancam gagal panen akibat kekeringan.
Hasil inspeksi lapangan menunjukkan debit dan ketersediaan air Sungai Batang Asai masih mencukupi untuk digunakan sebagai sumber irigasi melalui sistem pemompaan.
BWS Sumatera VI Jambi mengoperasikan satu unit mesin pompa air irigasi yang dilengkapi satu set selang hisap dan satu set selang buang.
Layanan pemompaan tersebut menjangkau sekitar 5,10 hektare persawahan dan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 15 petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Muara Limun.
Plt. Kepala BWS Sumatera VI Jambi Ferdinanto mengatakan pemanfaatan sumber air yang tersedia merupakan langkah pemerintah untuk melindungi lahan pertanian dan mempertahankan produktivitas petani di tengah kekeringan.
"Kami mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia untuk menyelamatkan lahan pertanian masyarakat," ujarnya.
"Melalui pemompaan dari Sungai Batang Asai, kebutuhan air tanaman dapat dipenuhi sehingga tanaman padi tetap dapat tumbuh dan risiko gagal panen dapat ditekan," ujarnya.
Selama proses pemompaan dan penyaluran air berlangsung, tidak ditemukan kendala signifikan, tetapi jadwal operasional pompa perlu diatur agar pemanfaatan air sesuai kebutuhan tanaman dan petani.
Pemerintah Menyiapkan Sumur Bor sebagai Sumber Air Alternatif
Selain penanganan darurat, BWS Sumatera VI Jambi menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang untuk memperkuat ketahanan air di kawasan pertanian Desa Muara Limun.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah pembangunan sumur bor dengan sistem perpompaan sebagai sumber air alternatif bagi persawahan.
Pembangunan sumber air alternatif dinilai penting karena kawasan persawahan Desa Muara Limun masih sangat bergantung pada air hujan.
Rencana pembangunan tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sarolangun agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kementerian PU menempatkan pemenuhan kebutuhan air pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas petani, mencegah gagal panen, serta memperkuat ketahanan air dan pangan.
- Penulis :
- Aditya Yohan



