HOME  ⁄  Nasional

KKP Validasi Dampak Gempa NTT, Fasilitas Perikanan Diperiksa dan Bantuan Rp920 Juta Dihimpun

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KKP Validasi Dampak Gempa NTT, Fasilitas Perikanan Diperiksa dan Bantuan Rp920 Juta Dihimpun
Foto: Arsip - Warga berjalan di dekat perahu nelayan di pantai Desa Marapokot, Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Minggu 23/8/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Johanes Viandinando)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan pendataan dan validasi dampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama terhadap masyarakat dan sektor usaha perikanan di wilayah terdampak.

Pendataan mencakup nelayan dan anak buah kapal (ABK), kapal perikanan, alat tangkap, fasilitas perikanan, korban, pengungsi, hingga nilai kerugian usaha masyarakat.

Juru Bicara KKP Ayu Rahmawati mengatakan penilaian dan validasi data dilakukan untuk memperoleh gambaran lebih akurat mengenai dampak bencana terhadap masyarakat serta aktivitas usaha perikanan.

“Penilaian terus dilakukan, termasuk percepatan validasi data nelayan dan anak buah kapal, kapal, alat tangkap, fasilitas perikanan, korban, pengungsi, hingga nilai kerugian usaha masyarakat,” ujar Ayu.

KKP Periksa Keamanan Fasilitas Perikanan

Selain melakukan pendataan, Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Bencana KKP memprioritaskan pemeriksaan teknis terhadap sejumlah fasilitas perikanan yang terdampak gempa.

Fasilitas yang diperiksa antara lain Pelabuhan Perikanan dan Tempat Pelelangan Ikan Alok.

Pemeriksaan teknis dilakukan untuk memastikan tingkat keamanan dan kondisi fasilitas setelah terdampak bencana.

Fasilitas yang berdasarkan hasil pemeriksaan dinyatakan aman diharapkan dapat segera difungsikan kembali agar aktivitas masyarakat dan kegiatan usaha perikanan kembali berjalan.

Satgas Tanggap Bencana KKP hingga kini masih aktif melakukan penilaian, validasi data, serta koordinasi langsung di lapangan.

Dalam penanganan bencana, KKP berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis (UPT) KKP dan sejumlah lembaga terkait.

Koordinasi tersebut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta pemerintah daerah.

Bantuan Tahap III Disalurkan untuk Korban Gempa

Selain melakukan pendataan dan pemeriksaan fasilitas perikanan, KKP terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT melalui koordinasi dengan BNPB.

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga, kebutuhan bayi dan perempuan, perlengkapan kebersihan, serta berbagai sarana pendukung lainnya.

Bantuan natura tahap III telah diserahkan kepada Posko BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma pada 22 Agustus 2026.

Bantuan tahap III tersebut antara lain terdiri atas 650 sarung dan 8.100 popok bayi.

KKP juga menyalurkan 9.600 pembalut wanita untuk memenuhi kebutuhan perempuan di lokasi terdampak bencana.

Perlengkapan kebersihan yang disalurkan meliputi 1.440 sikat gigi, 2.880 pasta gigi, 800 sabun mandi, serta 624 saset detergen.

Donasi Terkumpul Rp920 Juta

Selain bantuan barang, KKP menghimpun donasi uang untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.

Hingga 22 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB, total donasi uang yang berhasil dihimpun mencapai Rp920 juta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp104,29 juta telah digunakan untuk membeli paket bantuan sembako melalui Kendari.

Sebanyak Rp48,66 juta lainnya digunakan untuk pembelian paket bantuan melalui posko pusat.

Setelah dikurangi penggunaan untuk kedua kebutuhan tersebut, dana donasi yang masih tersedia mencapai sekitar Rp767,06 juta.

KKP memastikan pengelolaan bantuan dan donasi akan terus dilakukan secara transparan.

Penyaluran bantuan berikutnya akan disesuaikan dengan hasil penilaian kebutuhan masyarakat terdampak sehingga bantuan dapat diarahkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Penulis :
Shila Glorya