
Pantau - Puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) di Lingkungan Domba, Kelurahan Lopang, Kota Serang, Banten, berlangsung meriah melalui Tradisi Ngeropok pada Selasa.
Tradisi Ngeropok menjadi momen pembagian berkat dan berbagai bingkisan dari ornamen Panjang Mulud kepada masyarakat sebagai wujud rasa syukur sekaligus kepedulian sosial.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme masyarakat terlihat tinggi ketika anak-anak hingga orang dewasa mengikuti prosesi dengan penuh kegembiraan.
104 Panjang Mulud Diarak Keliling Kampung
Sebelum memasuki puncak Tradisi Ngeropok, masyarakat terlebih dahulu mengumpulkan ornamen Panjang Mulud yang dibuat secara swadaya oleh warga.
Panjang Mulud tersebut dijemput dari rumah ke rumah, kemudian diarak mengelilingi kampung dengan iringan selawat dan tabuhan musik marawis.
Setelah arak-arakan selesai, seluruh Panjang Mulud dibawa menuju masjid dan barang-barang yang terkumpul didoakan bersama sebelum dikemas untuk dibagikan kepada masyarakat.
Ketua Penyelenggara Kegiatan Muhammad Robi mengatakan Tradisi Ngeropok menjadi salah satu momen yang paling ditunggu masyarakat setiap tahunnya.
Menurut Robi, tingginya antusiasme masyarakat tahun ini membuat panitia berhasil mengumpulkan 104 Panjang Mulud yang berisi ratusan bingkisan.
"Tahun ini ada 104 Panjang Mulud yang berisikan sembako, perabotan rumah tangga, pakaian, hingga uang tunai. Melalui Tradisi Ngeropok, barang-barang ini kami distribusi untuk warga di empat kampung lain," ujar Robi.
Bingkisan tersebut tidak hanya dibagikan kepada warga Lingkungan Domba, tetapi juga didistribusikan kepada masyarakat di empat kampung lainnya.
Robi menjelaskan penerima yang menjadi prioritas antara lain anak-anak, pemandi jenazah, ustaz, guru mengaji, serta masyarakat umum yang membutuhkan.
Ngeropok Jadi Wujud Sedekah dan Gotong Royong
Menurut Robi, kemeriahan Tradisi Ngeropok bukan sekadar menjadi kegiatan berkumpul dan bersenang-senang, tetapi juga wujud rasa syukur masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tradisi tersebut sekaligus membawa semangat saling menolong, bergotong royong, dan bersedekah kepada sesama.
Kegembiraan dalam pelaksanaan Tradisi Ngeropok turut dirasakan warga setempat, salah satunya Siti Aminah (45).
Siti mengatakan keseruan Ngeropok menjadi salah satu hal yang selalu dirindukan masyarakat setiap tahunnya karena mampu mempertemukan anak-anak hingga orang dewasa dalam satu perayaan.
"Keseruan saat Ngeropok itu yang selalu bikin kangen tiap tahun. Anak-anak sampai bapak-bapak kumpul semua di jalanan sampai masjid, ketawa bareng, mengharap berkah dari Panjang Mulud. Ini cara kita bersedekah, tapi dengan hati riang gembira, membuat semua warga makin guyub," kata Siti.
Menurut Siti, Tradisi Ngeropok menjadi cara masyarakat bersedekah dalam suasana penuh kegembiraan sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Tradisi Ngeropok dalam perayaan Maulid Nabi di Kota Serang pun menjadi sarana masyarakat mempertahankan tradisi keagamaan dan budaya sekaligus memperkuat gotong royong, sedekah, kepedulian sosial, serta kerukunan warga.
- Penulis :
- Shila Glorya



