HOME  ⁄  Nasional

Rais Syuriah PBNU Ajak Umat Jadikan Maulid Nabi Momentum Memperbaiki Akhlak dan Merawat Toleransi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Rais Syuriah PBNU Ajak Umat Jadikan Maulid Nabi Momentum Memperbaiki Akhlak dan Merawat Toleransi
Foto: Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof KH Zainal Abidin (sumber: ANTARA/Muhammad Hajiji)

Pantau - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof KH Zainal Abidin mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) sebagai momentum memperkuat dan memperbaiki akhlak serta meningkatkan keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT).

Menurut Zainal, hakikat utama diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia adalah sebagai pembawa kasih sayang dan rahmat bagi seluruh alam.

"Hakikat utama diutusnya Rasulullah ke muka bumi sebagai pembawa kasih sayang dan rahmat bagi seluruh alam," kata Zainal Abidin di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa.

Ia mengajak umat Islam memanfaatkan momentum Maulid Nabi untuk meneladani berbagai akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Keteladanan tersebut diharapkan menjadi sarana memperbaiki akhlak sekaligus meningkatkan keimanan umat kepada Allah SWT.

Dakwah Rasulullah Mengedepankan Kelembutan

Zainal menekankan metode dakwah yang dicontohkan Rasulullah tidak dilakukan dengan kekerasan, intimidasi, maupun paksaan.

Menurut dia, dakwah Rasulullah dibangun berlandaskan hikmah, kelembutan, serta keteladanan dalam perilaku sehari-hari.

"Dalam konteks berdakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah dibangun di atas pijakan hikmah, kelembutan, serta keteladanan perilaku," ujarnya.

Oleh karena itu, Zainal mengimbau para dai, ulama, serta seluruh umat Islam sebagai pewaris tugas kenabian untuk mengikuti pendekatan tersebut dalam menyampaikan ajaran agama.

Ia mengingatkan penyampaian ajaran agama tidak dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang bersifat intimidatif maupun melalui paksaan.

Zainal juga meminta umat Islam tidak menjadikan peringatan Maulid Nabi sekadar kegiatan seremonial yang dilaksanakan setiap tahun.

Momentum tersebut, menurutnya, seharusnya menjadi sarana otokritik bagi umat Islam untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai kenabian telah diamalkan dalam kehidupan.

Salah satu nilai penting yang dicontohkan Rasulullah adalah menghargai setiap bentuk kebaikan meskipun terlihat kecil serta tidak meremehkan atau menghina orang lain.

"Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menghargai setiap kebaikan sekecil apapun dan melarang kita meremehkan atau menghina orang lain. Kunci dakwah Nabi ada pada keluhuran akhlak dan ketulusan hati," tutur Zainal.

Zainal yang juga merupakan pakar pemikir Islam modern UIN Datokarama Palu menilai keluhuran akhlak dan ketulusan hati menjadi kunci utama dalam metode dakwah Rasulullah.

Maulid Nabi Jadi Momentum Merawat Toleransi

Menurut Zainal, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW tetap relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Keteladanan tersebut dinilai penting untuk menjaga dan merawat keberagaman, termasuk di wilayah Sulawesi Tengah.

Sikap saling menghormati, kepedulian sosial, serta semangat persaudaraan menjadi sejumlah nilai yang perlu terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Zainal menilai pengamalan nilai-nilai tersebut dapat memperkokoh kerukunan kehidupan antarumat beragama.

Peringatan Maulid Nabi juga diharapkan menjadi sarana memperkuat persaudaraan, menjaga kedamaian, serta mengembangkan toleransi sehingga keharmonisan antarumat beragama tetap terpelihara.

"Kita jadikan Maulid Nabi sebagai penguat persaudaraan, merawat kedamaian dan toleransi untuk keharmonisan umat beragama," ucap Zainal.

Penulis :
Shila Glorya