
Pantau - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan tiga kasus yang melibatkan perusahaan di Provinsi Jambi tengah diselidiki terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tiga kasus tersebut merupakan bagian dari total 42 kasus pelanggaran hukum terkait karhutla yang sedang ditangani tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan RI di seluruh Indonesia.
Raja Juli mengatakan tim Gakkum telah diminta terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) untuk mengungkap tiga kasus di Jambi tersebut.
"Dari tim Gakkum, saat ini di Indonesia ada 42 kasus pelanggaran karhutla, ada tiga kasus dari Jambi yang sedang ditangani tim dan kami sudah minta Kejati terus berkoordinasi untuk mengungkapkan kasus itu," kata Raja Juli Antoni di Jambi, Selasa.
Menhut Tegaskan Penegakan Hukum Tak Pandang Pilih
Raja Juli menegaskan pemerintah tidak akan pandang pilih dalam menegakkan hukum terhadap pelanggaran karhutla, baik yang dilakukan perusahaan maupun perseorangan.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sesuai perintah dan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan karhutla di Tanah Air.
"Gakum kementerian kehutanan tidak akan pandang pilih dalam menegakkan hukum terkait kasus karhutla di Tanah Air, termasuk di Jambi, baik perorangan maupun perusahaan untuk ditindak sesuai hukum berlaku," kata Raja Juli.
Pemerintah pusat juga meminta Pemerintah Provinsi Jambi terus berkolaborasi dengan seluruh pihak dan meninggalkan ego sektoral agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif.
Raja Juli menyebut musim kemarau pada 2026 berlangsung sangat intensif dan panjang dengan kondisi yang menyerupai musim kemarau pada 2015 sehingga pencegahan dan antisipasi karhutla membutuhkan penanganan serius.
Penanganan tersebut melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, Kejaksaan, BNPB, BNPD, BMKG, Kementerian Kehutanan, masyarakat peduli api, serta unsur lainnya.
"Kita perlu bersama-sama semua pihak baik dari Pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, Kejaksaan, BNPB, BNPD, BMKG, Kehutanan dan masyarakat peduli api dan pihak lainnya untuk bersama mengantisipasi karhutla tahun ini," kata Raja Juli.
Titik Api Masih Terdeteksi, Helikopter Tambahan Dikirim ke Jambi
Titik api hingga kini masih terdeteksi di tiga wilayah di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Sarolangun, Batang Hari, dan Tebo.
Raja Juli menegaskan kerja sama seluruh pihak diperlukan untuk menangani titik-titik kebakaran yang masih muncul di wilayah tersebut.
Selain pemadaman melalui jalur darat, pemerintah akan melakukan operasi modifikasi cuaca dalam waktu dekat di sejumlah lokasi terdampak karhutla.
Pemerintah juga menambah kekuatan pemadaman dari udara dengan mengirimkan satu helikopter tambahan untuk operasi pengeboman air di Jambi.
"Ada tambahan satu lagi helikopter pengeboman air untuk Jambi dalam waktu dekat. Helikopter itu segera digeser ke Jambi," kata Raja Juli.
Menteri Kehutanan turut mengimbau masyarakat Jambi tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau panjang.
Penanganan karhutla di Jambi dilakukan melalui penegakan hukum, kolaborasi lintas instansi, operasi modifikasi cuaca, penambahan helikopter pemadam, serta pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar.
- Penulis :
- Arian Mesa



