HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Bertolak ke NTT untuk Mengecek Langsung Penanganan Dampak Gempa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden Prabowo Bertolak ke NTT untuk Mengecek Langsung Penanganan Dampak Gempa
Foto: (Sumber :Peluncuran program PLTS 100 GWp. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat peluncuran dan groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di kawasan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/YUANTARA FOTO/FIKRI YUSUF (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF).)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak dari Bali menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026) pagi, untuk mengecek langsung kondisi pengungsi dan penanganan dampak gempa bumi di sejumlah daerah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak berjalan baik.

"Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT," kata Prasetyo.

Pemerintah Salurkan Ratusan Ton Bantuan

Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo sejak hari pertama bencana telah memerintahkan agar bantuan disalurkan secara cepat, terarah, dan merata ke seluruh wilayah terdampak.

Pemerintah telah menyalurkan 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, dan 10,29 ton air mineral ke wilayah terdampak di Pulau Flores selama 15-24 Agustus 2026.

Bantuan lainnya mencakup obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua unit rumah sakit lapangan.

"Dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak juga terus diperkuat melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana. KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, yang difungsikan sebagai RS lapangan, sementara RS Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat," ujar Prasetyo.

Dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasikan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

RSUD Ruteng digunakan untuk pelayanan operatif dengan 29 tindakan operasi telah dilakukan secara kumulatif, sedangkan RSUD Aeramo mendukung pelayanan kesehatan darurat, operasi, dan perawatan korban gempa.

Pemulihan Berlanjut hingga Rekonstruksi

Prasetyo menegaskan penanganan dampak gempa di NTT tidak akan berhenti setelah masa tanggap darurat selesai.

"Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan," kata Prasetyo.

Pemerintah juga memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait terus berjalan dalam penanganan serta pemulihan wilayah terdampak gempa di NTT.

Prasetyo menyatakan pemerintah akan terus bekerja untuk mendampingi masyarakat NTT yang terdampak bencana dalam proses penanganan hingga pemulihan.

Penulis :
Ahmad Yusuf