HOME  ⁄  Nasional

Mendikdasmen Minta Pemda Optimalkan PJJ demi Lindungi Siswa dari Dampak Karhutla

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mendikdasmen Minta Pemda Optimalkan PJJ demi Lindungi Siswa dari Dampak Karhutla
Foto: (Sumber :Mendikdasmen Abdul Mu'ti (depan) ditemui media usai forum "Arsip Goes to School" di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Kamis (27/8/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meminta pemerintah daerah di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengoptimalkan sarana pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi menjaga keselamatan siswa.

Permintaan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti di Jakarta, Kamis (27/8/2026), menyusul karhutla yang berdampak terhadap kegiatan pembelajaran di sejumlah wilayah.

"Kalau itu kita sudah ada Surat Edaran Mendikdasmen yang menyampaikan keselamatan murid adalah yang utama, dan sudah ada surat edaran dari beberapa pemda yang terdampak ke karhutla agar pembelajaran sementara diselenggarakan dengan PJJ, itu sarananya mereka punya," katanya.

Siswa Diminta Tetap Belajar dari Rumah

Abdul Mu'ti meminta guru, tenaga pendidik, dan pihak sekolah menunggu hingga proses pemadaman karhutla benar-benar selesai serta memastikan asap telah berakhir sebelum pembelajaran tatap muka kembali dilakukan.

"Sambil menunggu proses pemadaman ini betul-betul selesai, anak-anak tetap belajar di rumah agar mereka tetap selamat," ujar dia.

Kebijakan PJJ menjadi langkah sementara untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa di tengah dampak karhutla.

Pemerintah Optimalkan Modifikasi Cuaca

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki bibit awan hujan untuk membantu memadamkan karhutla.

Raja Juli mengatakan hujan masih menjadi cara paling efektif untuk membantu pemadaman karhutla, terutama saat musim kemarau dan fenomena El Nino.

"Pemerintah telah melakukan OMC sejak Januari untuk mengantisipasi kekeringan dan potensi kebakaran, terutama dengan membasahi daerah gambut di sejumlah provinsi," kata Raja Juli Antoni.

Salah satu wilayah yang masih memiliki bibit awan hujan untuk mendukung pelaksanaan OMC berada di Berau, Kalimantan Timur.

Hercules TNI AU Angkut Peralatan Pemadam ke Kalsel

Upaya penanganan karhutla juga dilakukan dengan mengirim mesin pompa air portabel dan perlengkapan selang bantuan Kementerian Pertanian menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara A-1331 dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju Kalimantan Selatan.

"Bantuan Kementan ini atas perintah Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk dukungan pemerintah memperkuat penanganan karhutla di Kalsel," kata Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita.

Pengiriman menggunakan pesawat Hercules TNI AU dilakukan untuk mempercepat distribusi peralatan ke wilayah yang membutuhkan dalam penanganan karhutla.

Penulis :
Ahmad Yusuf