HOME  ⁄  Nasional

RMIT dan Kemendiktisaintek Bersinergi Memperkuat Pendidikan Vokasi Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

RMIT dan Kemendiktisaintek Bersinergi Memperkuat Pendidikan Vokasi Menuju Indonesia Emas 2045
Foto: (Sumber :Diskusi meja bundar "Shaping Indonesia’s Workforce: Connecting Education, Skills and Industry", yang diselenggarakan bersama oleh RMIT University, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI serta Kedutaan Besar Australia di Indonesia membahas salah satunya soal pendidikan vokasi. ANTARA/HO-RMIT Indonesia.)

Pantau - RMIT University Australia berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI untuk memperkuat pendidikan vokasi, pendidikan tinggi, dan keterhubungan dengan industri dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Kolaborasi tersebut menekankan pentingnya sistem pendidikan yang menghubungkan keterampilan praktis, pengetahuan akademik, dan kebutuhan industri agar lulusan lebih siap menghadapi perkembangan dunia kerja.

"Kami memahami bahwa sistem pendidikan tersier yang saling terhubung dapat lebih baik memenuhi kebutuhan peserta didik masa kini, pemberi kerja, dan tujuan nasional," kata Direktur RMIT Indonesia Tantia Dian Permata Indah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Tantia mengatakan Indonesia membutuhkan sistem yang menghubungkan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi, menempatkan keterampilan praktis sejajar dengan pengetahuan akademik, serta mengintegrasikan pembelajaran dengan industri.

Sistem tersebut juga diharapkan memungkinkan peserta didik berpindah di antara berbagai jalur pendidikan seiring perkembangan industri dan karier.

RMIT telah menerapkan pendekatan pendidikan tersier yang terhubung di Australia melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.

Salah satu penerapannya adalah model Earn and Learn RMIT yang memungkinkan peserta didik memperoleh kualifikasi sambil bekerja penuh waktu dengan bayaran bersama mitra industri.

Program tersebut mencakup sejumlah sektor, antara lain teknik, keamanan siber, layanan kesehatan, dan ekonomi bersih.

Model tersebut diarahkan untuk meningkatkan relevansi pembelajaran, mempermudah transisi menuju dunia kerja, serta mendukung pengembangan keterampilan sepanjang hayat.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek RI Ardi Findyartini mengatakan tenaga kerja masa depan membutuhkan keahlian teknis yang kuat sekaligus kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, kepemimpinan, dan adaptabilitas.

"Kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan industri akan membantu memastikan pembelajaran tetap relevan serta lulusan lebih siap memasuki dunia kerja," katanya.

Pengembangan tenaga kerja terampil dan adaptif dinilai menjadi bagian penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Upaya tersebut membutuhkan jalur pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri dan tujuan nasional agar peserta didik dapat membangun kemampuan praktis sekaligus memperoleh pengetahuan akademik.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional juga telah menetapkan transformasi sumber daya manusia dan pendidikan sebagai bagian penting dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Penulis :
Ahmad Yusuf