
Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai UNICEF berperan penting dalam mendukung keberhasilan investasi jangka panjang pada anak di Indonesia.
Rachmat menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman yang dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.
“Investasi pada anak-anak bukan sekadar kebutuhan, tetapi merupakan keharusan. Oleh karena itu, banyak strategi dan program pemerintah Indonesia yang menyasar tidak hanya anak tetapi juga ibu,” ucapnya.
Indonesia dan UNICEF Telah Bekerja Sama Sejak 1966
Pemerintah Indonesia bersama UNICEF telah menandatangani Basic Country Agreement (BCA) sejak 1966 dan berkolaborasi dalam 13 siklus rencana aksi lima tahun melalui Country Programme Action Plan (CPAP).
Implementasi kerja sama tersebut mencakup bidang gizi, kesehatan, sanitasi, pendidikan, perlindungan anak, hingga kebijakan sosial.
Pemerintah juga menempatkan anak sebagai prioritas melalui sejumlah kebijakan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak dan ibu hamil serta Kerangka Kerja Nasional terkait pencegahan kematian ibu dan anak.
Bappenas dan UNICEF akan melanjutkan kerja sama lintas sektor untuk mendukung pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait hak anak.
“Human investment tidak dapat dirasakan manfaatnya secepat membangun pabrik, kita butuh waktu lebih. Jika kita menyelesaikan permasalahan saat ini, maka manfaatnya akan dirasakan oleh generasi selanjutnya atau dua generasi berikutnya atau bahkan oleh generasi ke-3,” ungkap Kepala Bappenas.
UNICEF Pastikan Dukungan dan Kerja Sama Berlanjut
Maniza Zaman memastikan dukungan teknis dan kerja sama dengan UNICEF tetap berlanjut dalam mendukung pembangunan di Indonesia.
Kepemimpinan Maniza Zaman di UNICEF Indonesia akan dilanjutkan Thomas Davin mulai September 2026.
“Kemitraan strategis ini diharapkan terus berlanjut guna menghasilkan best practices yang dapat diadopsi menjadi kebijakan nasional,” kata dia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



