
Pantau - Secangkir kopi pada pagi hari dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi sekaligus berpotensi mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang karena kandungan kafein dan polifenol di dalamnya.
Laporan Eating Well pada Selasa (25/8/2026) menyebut konsumsi kopi juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif, termasuk Alzheimer dan Parkinson.
Ahli gizi Talia Follador, RDN, LDN, menjelaskan kafein bekerja dengan menghambat adenosin, yakni senyawa dalam otak yang mendorong munculnya rasa kantuk.
Satu cangkir kopi seduh berukuran sekitar 237 mililiter rata-rata mengandung 96 miligram kafein.
Penelitian menunjukkan konsumsi satu hingga dua cangkir kopi atau hingga sekitar 200 miligram kafein dapat membantu meningkatkan waktu reaksi dan akurasi pada orang dewasa sehat.
Konsumsi kafein dalam jumlah lebih tinggi tidak selalu memberikan manfaat tambahan karena dosis 300 miligram atau lebih menunjukkan hasil yang tidak konsisten serta dapat memicu kegelisahan atau tubuh gemetar.
Ahli gizi Caitlin Beale, M.S., RDN, mengatakan kopi kaya antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan pada otak serta dapat mendukung aliran darah ke otak.
Sebuah penelitian populasi besar yang dikutip Eating Well menemukan peminum kopi setiap hari memiliki risiko demensia terkait Alzheimer 34 persen lebih rendah dan risiko Parkinson 37 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tidak minum kopi.
Manfaat tersebut terlihat pada konsumsi kopi berkafein tanpa tambahan gula.
Follador juga mengatakan konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi berkafein setiap hari dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah dan hasil kognitif yang lebih baik.
Meski demikian, hubungan tersebut belum membuktikan bahwa konsumsi kopi secara langsung dapat mencegah demensia maupun penurunan fungsi kognitif.
Penelitian jangka panjang terhadap lebih dari 130.000 orang selama 43 tahun menemukan kelompok dengan konsumsi kafein dari kopi tertinggi memiliki risiko demensia 18 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang mengonsumsi sangat sedikit atau tanpa kafein.
Ahli gizi Johannah Katz, M.A., RD, menyarankan kopi dikonsumsi pada pagi atau awal siang agar manfaat kafein terhadap kewaspadaan tidak mengganggu tidur malam.
Katz juga menyarankan adanya jarak sekitar sembilan jam antara konsumsi kopi terakhir dan waktu tidur.
Setiap orang memiliki toleransi berbeda terhadap kafein sehingga jumlah konsumsi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan konsumsi kafein tidak melebihi 400 miligram per hari bagi orang dewasa, meski jumlah tersebut belum tentu dapat ditoleransi setiap orang.
Bagi orang yang tidak dapat mengonsumsi kopi, para ahli menyebut teh hijau atau hitam, air putih, dan kefir dapat menjadi alternatif minuman yang mendukung kesehatan otak.
Teh mengandung kafein dalam jumlah lebih rendah dan polifenol, sedangkan kefir menyediakan probiotik yang mendukung kesehatan mikrobioma usus serta kaitannya dengan otak.
Follador mengatakan menjaga hidrasi dengan minum air turut membantu komunikasi antarsel otak, aliran darah, dan pengiriman nutrisi ke otak yang berperan menjaga fokus serta konsentrasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan



