
Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menjenguk korban gempa yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Santu Rafael Cancar, Kelurahan Wae Belang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu.
Dalam kunjungannya, Menteri PPPA menyapa sekaligus memberikan semangat kepada para pasien yang menjalani perawatan akibat cedera saat gempa.
"Kami hadir untuk menyapa, mudah-mudahan ini menambah semangat saudara-saudara kita yang sedang sakit. Ngaji cama-cama (doa sama-sama), ya Pak, Bu. Gelang ina (lekas sembuh)," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi kepada pasien rumah sakit lapangan RSU Santu Rafael Cancar.
Para korban dirawat di rumah sakit lapangan berbasis tenda yang didirikan di halaman depan RSU Santu Rafael Cancar.
Kemenkes Dirikan Rumah Sakit Lapangan
Menteri PPPA mengapresiasi Kementerian Kesehatan yang bergerak cepat mendirikan rumah sakit lapangan di NTT setelah gempa, termasuk fasilitas yang berada di RSU Santu Rafael Cancar.
Arifah mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan pada 17 Agustus setelah mengikuti upacara bendera untuk membahas penanganan kesehatan masyarakat terdampak gempa.
Saat kunjungan dilakukan, tenda rumah sakit lapangan yang disediakan Kementerian Kesehatan telah digunakan untuk merawat masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.
"Di tanggal 17 Agustus, setelah kami upacara bendera, saya berbicara dengan Menteri Kesehatan. Dan kami ke sini hari ini, tenda yang didirikan oleh Kemenkes sudah digunakan oleh saudara-saudara kita. Terima kasih Pak Menkes atas sinergi dan kolaborasinya," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Korban Cedera Saat Menyelamatkan Diri
Ketua Yayasan Kesehatan RS Umum Santu Rafael Cancar, Suster Yohana, menjelaskan pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit lapangan merupakan warga yang mengalami cedera akibat gempa.
Sebagian pasien berasal dari kampung-kampung yang lokasinya cukup jauh sehingga kondisi mereka baru diketahui setelah tim kesehatan turun langsung ke lapangan.
Berdasarkan temuan tim kesehatan, cukup banyak warga mengalami cedera akibat melompat atau berlari ketika berusaha menyelamatkan diri saat gempa.
Sejumlah korban mengalami cedera serius hingga harus menjalani tindakan operasi.
"Mereka ini yang dari kampung-kampung yang jauh, yang baru terdeteksi setelah tim kami turun ke lapangan. Ternyata banyak sekali. Kebanyakan itu karena cedera. Entah karena lompat, seperti tadi pasien bilang, atau lari. Yang dioperasi ada, sudah beberapa orang," kata Yohana.
Sebanyak 17 Pasien Masih Dirawat
Pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit lapangan RSU Santu Rafael Cancar sebagian besar merupakan warga lanjut usia yang berasal dari Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.
Dalam menangani korban gempa, RSU Santu Rafael Cancar bekerja sama dengan tenaga ahli ortopedi dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo, Surabaya, dan Rumah Sakit Universitas Brawijaya, Malang.
Saat ini tercatat sebanyak 17 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit lapangan RSU Santu Rafael Cancar.
- Penulis :
- Leon Weldrick



