
Pantau - Anggota Komisi V DPR RI Boyman Harun menyoroti belum optimalnya pemanfaatan Sekolah Rakyat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, karena kapasitas gedung yang hampir mencapai 1.100 orang belum sebanding dengan penerimaan siswa yang hanya sekitar 200 orang per tahun.
Sorotan tersebut disampaikan Boyman saat mengikuti kunjungan spesifik Komisi V DPR RI untuk meninjau Sekolah Rakyat di Kota Pontianak, Senin (24/8/2026).
Menurut Boyman, besarnya kapasitas sekolah perlu diimbangi dengan jumlah siswa agar pembangunan yang membutuhkan biaya besar dapat memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak kurang mampu.
“Kalau kita lihat dalam setiap pidato Bapak Presiden, artinya ini suatu program yang sangat dibanggakan oleh Bapak Presiden. Makanya, pemanfaatan terhadap pembangunan yang tidak murah ini, demi untuk kepentingan anak-anak kita untuk belajar dan sekolah dengan nyaman, aman dan berkualitas, itu sangat kita perhatikan,” ujar Boyman.
Kapasitas Hampir 1.100 Orang, Penerimaan Sekitar 200 Siswa
Hasil peninjauan Komisi V DPR RI menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kapasitas gedung Sekolah Rakyat dengan jumlah siswa yang diterima setiap tahun.
“Jujur saja setelah kita adakan peninjauan, artinya dalam pertahun itu hanya menerima sekitar 200 murid. Sementara kapasitas itu hampir seribu (orang), katakanlah seribu serratus (orang),” katanya.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah ruang di Sekolah Rakyat belum dimanfaatkan secara optimal.
Boyman menilai keadaan itu perlu segera diperbaiki karena masih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses terhadap sekolah berkualitas.
“Artinya banyak lokal yang menurut saya, yang kurang bermanfaat, bahkan kosong yang tidak ada pehuninya. Sementara, pemanfaatan dari biaya pembangunan sekolah itu kan tidak murah,” tutur Boyman.
Kapasitas gedung yang tidak terisi penuh juga dinilai berpotensi membuat biaya pemeliharaan dan perawatan tidak sebanding dengan tingkat pemanfaatannya.
Boyman Minta Sistem Sekolah Rakyat Dibenahi
Boyman menegaskan persoalan utama yang perlu diperbaiki bukan bangunan Sekolah Rakyat, melainkan sistem yang mengatur pemanfaatan fasilitas tersebut.
“Bangunannya benar. Sistem yang menurut saya harus dibenahi. Artinya masih banyak anak-anak kita di Indonesia ini yang kurang mampu, yang membutuhkan sekolah berkualitas,” ujarnya.
Ia mendukung target pembangunan satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota dengan catatan kapasitas sekolah yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Boyman meminta pemerintah memperbaiki sistem penerimaan dan pemanfaatan Sekolah Rakyat agar semakin banyak anak kurang mampu memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas.
“Saya mendukung, tetapi harus sistemnya dirubah, agar pemanfaatan terhadap sekolah itu benar-benar optimal. Artinya kalau kapasitasnya seribu, ya siswanya harus ada seribu,” tegasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



