HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Perkuat Pembinaan Periset, Bidik Ilmuwan Indonesia Raih Nobel

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemdiktisaintek Perkuat Pembinaan Periset, Bidik Ilmuwan Indonesia Raih Nobel
Foto: Pameran produk riset dan inovasi buatan ilmuwan muda Sekolah Pelita Harapan Lippo Village di Tangerang, Banten (sumber: ASA)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah merancang dan memperkuat sistem pembinaan ekosistem penelitian untuk mencetak talenta periset unggul Indonesia yang mendapat pengakuan internasional hingga mampu meraih Nobel dalam jangka panjang.

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek Heri Kuswanto mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam meningkatkan jumlah ilmuwan yang memperoleh pengakuan global.

Berdasarkan data 2024, hanya sekitar 57 orang dari sekitar 283,5 juta penduduk Indonesia yang masuk dalam kelompok dua persen peneliti teratas.

"Jadi data tahun 2024 hanya ada sekitar 57 dari 283,5 juta penduduk di Indonesia yang masuk di top 2 persen peneliti, top scientist di Indonesia. Ini kalau kita lihat sangat jauh dari beberapa negara tetangga," papar Heri dalam acara Peluncuran Young Researcher Award (YRA) 2026 di Jakarta, Kamis.

Menurut Heri, kondisi tersebut menunjukkan talenta peneliti muda Indonesia tidak dapat dibiarkan berkembang sendiri tanpa intervensi dan pembinaan yang terstruktur.

Pembinaan Periset Dilakukan Bertahap

Kemdiktisaintek membangun sistem pembinaan talenta penelitian secara bertahap yang diselaraskan dengan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (MTN).

Tahapan pembinaan dimulai dari pra-pembibitan dan pembibitan, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan talenta potensial hingga penguatan talenta unggul.

"Di situ ada pra-pembibitan, kemudian ada pembibitan, kemudian pengembangan talenta potensial dan penguatan talenta unggul. Jadi semua milestone kita coba kerjakan di situ," ujarnya.

Kemdiktisaintek berupaya menjalankan seluruh tahapan tersebut untuk membentuk jalur pembinaan yang berkelanjutan bagi talenta penelitian Indonesia.

Dalam membangun ekosistem penelitian yang kondusif, kementerian juga memberikan perhatian khusus terhadap fasilitasi publikasi ilmiah karena memiliki bobot besar dalam pemeringkatan internasional.

Selain publikasi ilmiah, pemerintah memberikan perhatian terhadap penyediaan insentif riset untuk mendukung sekaligus memotivasi para peneliti.

Heri menilai penyelenggaraan Young Researcher Award (YRA) 2026 oleh Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) menjadi salah satu bentuk nyata pemberian insentif kepada peneliti muda.

Penghargaan tersebut diharapkan mendorong para peneliti muda untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan prestasi mereka.

Hasil Riset Didorong hingga Hilirisasi

Selain memperkuat kualitas dan publikasi penelitian, Kemdiktisaintek memfasilitasi pengembangan Science Techno Park (STP) untuk mendorong pemanfaatan hasil riset.

Fasilitasi tersebut dilakukan agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen atau tumpukan kertas, tetapi dapat dilanjutkan menuju tahap hilirisasi.

Melalui hilirisasi, hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.

Kemdiktisaintek menekankan setiap kegiatan penelitian maupun aktivitas pendidikan tinggi harus berorientasi pada dampak nyata.

"Jadi apapun yang kita lakukan, baik terkait dengan riset, kemudian aktivitas di pendidikan tinggi, itu semua harus memberikan dampak," ucap Heri Kuswanto.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026