HOME  ⁄  Nasional

Banjir Bandang dan Longsor Menerjang Nepal, Korban Tewas Bertambah Menjadi 389 Orang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Banjir Bandang dan Longsor Menerjang Nepal, Korban Tewas Bertambah Menjadi 389 Orang
Foto: (Sumber :Petugas menggunakan alat berat saat evakuasi korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026). Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menyatakan bahwa sebanyak 359 jenazah telah ditemukan di wilayah-wilayah yang terdampak banjir hingga Kamis malam, sementara 910 orang masih dinyatakan hilang. ANTARA FOTO/Xinhua/Sulav Shrestha/agr/pri.)

Pantau - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Nepal bertambah menjadi 389 orang berdasarkan data kepolisian Nepal yang dilaporkan media setempat pada Kamis (27/8/2026).

Laporan Ratopati menyebut kepolisian Nepal juga mengonfirmasi sedikitnya 466 orang mengalami cedera akibat bencana tersebut.

Distrik Chitwan mencatat jumlah korban tewas tertinggi dengan 137 orang yang dievakuasi dari wilayah tersebut.

Nawalparasi Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban tewas tertinggi kedua setelah mencatat 87 korban.

Korban tewas lainnya ditemukan di distrik Dhading, Gorkha, Nuwakot, Tanahun, Nawalparasi Barat, dan Rasuwa.

Sebanyak 8.348 personel kepolisian dikerahkan ke berbagai daerah terdampak untuk menjalankan operasi penyelamatan dan bantuan bencana.

Sebanyak 18 personel kepolisian juga masih belum diketahui nasibnya di tengah operasi pencarian yang terus berlangsung.

Petugas masih melanjutkan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang di sejumlah wilayah terdampak.

Banjir bandang dan longsor lumpur dahsyat melanda kawasan perbatasan Nepal-China pada Rabu (26/8/2026) pagi waktu setempat.

Banjir yang berasal dari sisi Nepal turut menghantam gerbang perbatasan Gyirong Port di wilayah Gyirong, Tibet, China.

Operasi pencarian, penyelamatan, dan bantuan bencana masih dilakukan setelah banjir bandang dan longsor menimbulkan ratusan korban jiwa dan luka di Nepal.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026