HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Konsolidasikan Aksara Mahasiswa untuk Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana NTT

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemdiktisaintek Konsolidasikan Aksara Mahasiswa untuk Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana NTT
Foto: (Sumber :Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kiri) mengunjungi program penanganan bencana gempa bumi yang dilakukan oleh perguruan tinggi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengonsolidasikan program Aksara Mahasiswa untuk menggerakkan mahasiswa dan perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Konsolidasi dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto ke Kabupaten Manggarai bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Kabupaten Manggarai, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), pimpinan perguruan tinggi, dosen pendamping, serta mahasiswa pada Rabu (26/8/2026).

"Kami mengonsolidasikan, melihat data-data, sehingga nantinya berbagai program yang akan kami jalankan itu lebih sesuai dengan kebutuhan yang ada," kata Brian dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Konsolidasi tersebut membahas sejumlah kebutuhan masyarakat terdampak bencana, mulai dari air bersih, listrik, layanan kesehatan, hingga dukungan psikologis dan pemulihan trauma.

Brian mengatakan setiap perguruan tinggi memiliki kepakaran dan sumber daya berbeda yang dapat dikerahkan dalam penanganan dampak bencana.

Sejumlah perguruan tinggi memiliki kekuatan di bidang kesehatan, psikologi, teknik, pendidikan, kebencanaan, maupun pemberdayaan masyarakat.

"Melalui Aksara Mahasiswa, seluruh kekuatan tersebut akan kami sinergikan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, terkoordinasi, dan berkelanjutan," ujar Brian.

Kemdiktisaintek berharap koordinasi tersebut membuat program mahasiswa dan perguruan tinggi dari luar NTT berjalan lebih efektif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

"Semoga dengan kegiatan ini, arah dari program-program mahasiswa berdampak, kampus berdampak yang ada di luar NTT ini jauh lebih efektif, lebih efisien, sehingga kita bisa secara cepat melakukan recovery," ujar Brian.

Program Aksara Mahasiswa atau Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa di NTT menjadi bagian dari kebijakan Diktisaintek Berdampak yang menghubungkan pengetahuan, kepakaran, dan sumber daya perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Melalui program tersebut, mahasiswa didorong untuk menjalani proses pembelajaran sekaligus memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi.

Pendekatan berbasis kebutuhan itu diharapkan memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di NTT.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026