HOME  ⁄  Nasional

Lestari Moerdijat Dorong Minat Pendidikan Nonformal agar Akses Belajar Berkualitas Semakin Luas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lestari Moerdijat Dorong Minat Pendidikan Nonformal agar Akses Belajar Berkualitas Semakin Luas
Foto: (Sumber :Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap pendidikan nonformal agar akses pendidikan berkualitas semakin luas.)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap satuan pendidikan nonformal (SPNF) melalui dukungan serius para pemangku kepentingan agar akses terhadap pendidikan berkualitas semakin luas.

Lestari menilai pendidikan nonformal memiliki peran penting bagi masyarakat yang putus sekolah maupun tidak dapat menjangkau sistem pendidikan formal.

"Kita tidak bisa memungkiri bahwa jalur pendidikan nonformal masih dianggap sebagai pilihan kedua. Padahal, satuan pendidikan nonformal adalah gerbang darurat bagi jutaan anak bangsa yang putus sekolah atau tidak terjangkau oleh sistem formal," ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8/2026).

Dorongan tersebut disampaikan setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengingatkan SPNF untuk terus melakukan sosialisasi dan tidak menunda pendaftaran murid yang ingin mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket C.

Data Kemendikdasmen per 23 Agustus 2026 menunjukkan dari 9.693 SPNF yang terdata dan memenuhi syarat, baru 361 SPNF yang mendaftar untuk mengikuti TKA Paket C.

Jumlah tersebut jauh di bawah capaian tahun sebelumnya yang mencatat 6.128 SPNF atau sekitar 63 persen berpartisipasi.

Lestari mengatakan faktor kultural dan stigma sosial menjadi sejumlah penghambat masyarakat dalam mengakses pendidikan nonformal karena jalur tersebut masih kerap dipandang sebagai pilihan kedua dibandingkan pendidikan formal.

Menurutnya, kendala ekonomi dan aksesibilitas juga menjadi tantangan karena sebagian besar peserta didik Paket C berasal dari kelompok ekonomi bawah yang harus bekerja untuk membantu keluarga.

Kondisi tersebut membuat sebagian peserta didik kesulitan hadir secara rutin dan mengikuti ujian.

Lestari juga menyoroti minimnya fasilitas belajar dan buruknya jaringan komunikasi antara lembaga pendidikan nonformal dengan pihak luar yang masih menjadi persoalan.

"Sejumlah kendala itu harus menjadi kepedulian semua pihak. Butuh langkah nyata, bukan sekadar wacana, agar setiap anak bangsa mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, apa pun jalurnya," tegas Lestari.

Lestari menekankan pentingnya strategi kolaboratif melalui sosialisasi secara masif dan perubahan pola pikir untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan nonformal.

Ia meminta pemerintah dan lembaga pendidikan memperkuat pemahaman masyarakat bahwa ijazah Paket C setara dengan SMA serta memberikan hak yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun melamar pekerjaan.

Lestari juga mendorong penguatan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) agar mampu menghasilkan lulusan kompeten dan siap memasuki dunia kerja.

"Kita tidak boleh berhenti pada angka. Kita harus memastikan bahwa mereka yang telah berjuang di jalur nonformal mendapatkan pengakuan yang setara. Inklusivitas bukan hanya slogan, tapi sebuah keharusan," pungkas Lestari.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026