
Pantau - PT PLN (Persero) mendukung pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan menyiapkan penyerapan dan penyaluran listrik yang dihasilkan fasilitas tersebut kepada masyarakat Bekasi.
PSEL Kota Bekasi yang berlokasi di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, dirancang berkapasitas netto 27,4 megawatt (MW) dan diproyeksikan menghasilkan sekitar 223.584 megawatt hour (MWh) listrik setiap tahun.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan permintaan listrik di wilayah Bekasi tergolong tinggi sehingga energi dari pengolahan sampah tersebut direncanakan kembali disalurkan kepada masyarakat setempat.
“Demand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini (PSEL), kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,” ungkap Darmawan.
Sampah Diolah Jadi Energi Bersih
Melalui skema tersebut, sampah yang masuk ke fasilitas PSEL tidak hanya ditangani untuk mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik yang selanjutnya disalurkan melalui jaringan PLN.
Darmawan menegaskan tujuan utama pembangunan PSEL bukan menghasilkan listrik, melainkan menciptakan lingkungan yang lebih bersih melalui pengelolaan dan penanganan sampah.
“Jadi, produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini,” kata Darmawan.
PSEL Kota Bekasi dirancang mampu mengolah sampah hingga 1.500 ton setiap hari menjadi energi bersih dalam bentuk listrik.
Dengan produksi sekitar 223.584 MWh per tahun, listrik yang dihasilkan fasilitas tersebut setara dengan kebutuhan sekitar 55 ribu rumah tangga apabila menggunakan asumsi konsumsi rata-rata pelanggan rumah tangga berdaya 450 volt ampere (VA).
Selain menghasilkan listrik, proyek tersebut diproyeksikan mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ setiap tahun dan memangkas kebutuhan lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekitar 90 persen.
Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun itu juga diproyeksikan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau.
Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2028
Pembangunan PSEL Kota Bekasi diresmikan Danantara Indonesia bersama Daya Energi Bersih Nusantara pada Rabu, 26 Agustus 2026, dan fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan PSEL Kota Bekasi menjadi proyek PSEL kedua yang telah memasuki tahap pembangunan setelah PSEL Denpasar Raya.
Pembangunan PSEL Denpasar Raya lebih dahulu dimulai pada Juli 2026.
Listrik yang nantinya dihasilkan PSEL Kota Bekasi akan dibeli PLN melalui skema Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan setiap Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL.
Harga pembelian listrik PSEL telah ditetapkan sebesar 0,2 dolar AS atau 20 sen dolar AS per kilowatt hour (kWh) dan berlaku untuk seluruh kapasitas PSEL.
Pengembangan PSEL Kota Bekasi menjadi bagian dari upaya pemerintah dan pihak terkait untuk menggabungkan penanganan sampah perkotaan dengan produksi energi listrik, pengurangan emisi karbon, penghematan kebutuhan lahan TPA, serta penciptaan lapangan kerja hijau.
- Penulis :
- Arian Mesa




