HOME  ⁄  Nasional

Program PLTS 100 GWp Diproyeksikan Menarik Investasi Rp1.140 Triliun dan Membuka 5,5 Juta Lapangan Kerja

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Program PLTS 100 GWp Diproyeksikan Menarik Investasi Rp1.140 Triliun dan Membuka 5,5 Juta Lapangan Kerja
Foto: (Sumber :Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat meresmikan PLTS 100 gigawatt peak (GWp) di Jembrana, Bali. ANTARA/HO-Humas PLN UID Bali.)

Pantau - Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Gilimanuk, Bali, diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp1.140 triliun sekaligus mempercepat transisi energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mencari terobosan dalam mempercepat kedaulatan dan swasembada energi nasional.

Pada tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pengembangan PLTS akan dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, PLTS untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), hingga pembangkit untuk kawasan industri dan kegiatan produktif.

Program tersebut dijalankan melalui delapan skenario, antara lain eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp, PLTS skala besar melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sebesar 30,97 GWp, PLTS terapung 10,72 GWp, PLTS atap 9,35 GWp, dan PLTS 3T sebesar 0,50 GWp.

Pemerintah juga menyiapkan PLTS di luar jaringan untuk kegiatan produktif sebesar 4,36 GWp, PLTS nonatap untuk kawasan industri sebesar 7,49 GWp, serta penciptaan permintaan melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi, dan kebutuhan lainnya sebesar 24,13 GWp.

"Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71,3 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp1.140 triliun. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun," jelas Bahlil.

Program PLTS 100 GWp juga diperkirakan menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja yang terdiri atas sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.

Aktivitas pembangunan proyek, manufaktur peralatan, dan kegiatan masyarakat di sekitar lokasi pengembangan PLTS turut diproyeksikan memberikan dampak terhadap perekonomian.

Implementasi penuh Program PLTS 100 GWp ditargetkan mampu menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO2 setiap tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan PLN mendukung percepatan program melalui kesiapan sistem kelistrikan, infrastruktur pendukung, serta integrasi pembangkit energi surya ke sistem kelistrikan nasional.

"PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan," ujar Darmawan.

Khusus di Bali, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan lima klaster PLTS berkapasitas total 1.000 MWp yang didukung sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 3.300 MWh.

Dari kapasitas tersebut, PLTS sebesar 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk sebagai bagian dari pengembangan ekosistem energi bersih di Bali.

"Listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN siap menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian dan swasembada energi," pungkas Darmawan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026