
Pantau - Pemerintah Australia akan mengevakuasi 24 ilmuwan, pekerja terampil, dan staf pendukung dari Pulau Macquarie pada akhir September atau awal Oktober 2026 karena risiko psikososial akibat potensi merebaknya flu burung H5N1.
Departemen Perubahan Iklim, Energi, Lingkungan, dan Air Australia (DCCEEW) pada Jumat (28/8) menyatakan staf akan ditarik sementara dari stasiun penelitian Program Antarktika Australia di pulau yang terletak sekitar 2.000 kilometer sebelah tenggara daratan utama tersebut.
DCCEEW menyebut galur flu burung H5N1 yang sangat patogenik belum terdeteksi di Pulau Macquarie, tetapi para pakar memperkirakan kematian hewan dalam jumlah signifikan berpotensi terjadi pada musim pembiakan mendatang.
Wakil Sekretaris DCCEEW Sean Sullivan mengatakan, "Ini langkah yang tidak biasa, tetapi merupakan tindakan yang paling tepat berdasarkan penilaian kami terhadap risiko dan kondisi operasional."
"Meskipun risiko flu burung H5 bagi manusia dianggap rendah, kita tidak dapat mengabaikan risiko psikososial akibat tinggal di dekat sejumlah besar hewan yang berpotensi terinfeksi," kata Sullivan.
Kapal pasokan dan penelitian utama Program Antarktika Australia, RSV Nuyina, akan menuju Pulau Macquarie pada akhir September atau awal Oktober untuk menjemput 24 orang tersebut sekaligus mengangkut kargo penting.
Pulau Macquarie masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 1997 dan menjadi habitat hingga 100.000 anjing laut serta jutaan burung laut pada berbagai periode sepanjang tahun.
Pulau tersebut juga menjadi lokasi berkembang biak lebih dari 850.000 pasangan penguin royal endemik sehingga potensi penyebaran H5N1 menjadi perhatian pemerintah Australia.
Pemerintah Australia sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk terus memantau situasi di Pulau Macquarie dan tetap berkomitmen mempertahankan keberadaan jangka panjang di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




