HOME  ⁄  Nasional

UNECE Memperingatkan Kekeringan dan Gelombang Panas Memperparah Tekanan terhadap Hutan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

UNECE Memperingatkan Kekeringan dan Gelombang Panas Memperparah Tekanan terhadap Hutan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Tanah kekeringan. (ANTARA/dok).)

Pantau - Separuh wilayah Uni Eropa dan Inggris tengah mengalami kekeringan yang disertai defisit curah hujan parah sehingga mengganggu kelembapan tanah dan kesehatan hutan, menurut Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Eropa (UNECE).

UNECE dalam siaran pers pada Jumat, 28 Agustus 2026, menyebut kekeringan parah dan suhu musim panas yang memecahkan rekor di negara-negara anggotanya, khususnya Eropa dan Amerika Utara, mempercepat tekanan terhadap ekosistem hutan.

"Krisis yang saling memperburuk akibat kekeringan berkepanjangan, tekanan panas, risiko kebakaran hutan, serta gangguan sekunder seperti merebaknya wabah kumbang kulit kayu yang agresif dan aktivitas penyakit fitopatogenik mendorong kematian hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh kawasan itu," kata UNECE.

UNECE menyatakan Eropa Barat dan Tengah mengalami kekurangan curah hujan dalam jangka panjang dengan sejumlah wilayah mencatat defisit curah hujan tahunan terpanjang dan paling konsisten dalam lebih dari enam dekade.

Kondisi tersebut telah memicu kerusakan luas pada tajuk hutan dan memperbesar tekanan terhadap kesehatan ekosistem di kawasan terdampak.

Kombinasi kekeringan berkepanjangan, suhu tinggi, risiko kebakaran, serangan kumbang kulit kayu, dan penyakit tanaman menjadi faktor yang memperburuk kondisi hutan.

UNECE juga memperingatkan populasi pohon di kawasan perkotaan terdampak fenomena pulau panas perkotaan atau urban heat island yang ekstrem serta kelangkaan air.

Tekanan terhadap pepohonan perkotaan tersebut berpotensi mengancam fungsi pertahanan iklim kota, kualitas udara, dan kesejahteraan masyarakat.

Kondisi kekeringan di sebagian besar kawasan Eropa menunjukkan tekanan terhadap hutan tidak hanya terjadi di kawasan alami, tetapi juga menjangkau ekosistem pepohonan di perkotaan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026