HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Jateng Beri Bantuan Rp6 Juta per Hektare kepada Petani yang Gagal Panen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemprov Jateng Beri Bantuan Rp6 Juta per Hektare kepada Petani yang Gagal Panen
Foto: (Sumber :Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares. ANTARA/Zuhdiar Laeis.)

Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan sebesar Rp6 juta per hektare melalui skema asuransi kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan dengan tingkat kerusakan lahan mencapai 75 persen.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares mengatakan di Semarang, Jumat (28/8/2026), bantuan tersebut merupakan bagian dari perlindungan petani melalui asuransi pertanian.

Pada 2026, asuransi pertanian disiapkan untuk mencakup 10.400 hektare lahan padi yang tersebar di 29 kabupaten dan Kota Semarang.

Petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan maupun serangan hama dapat mengajukan klaim setelah kerusakan lahan mencapai 75 persen dan melalui pemeriksaan.

"Kalau gagalnya 75 persen, kondisinya tidak bisa diselamatkan dari luasan itu, otomatis diganti, biasanya Rp6 juta per hektare untuk mengganti kerugiannya," katanya.

Musim kemarau berdampak terhadap luas tanam padi di Jawa Tengah yang mengalami penurunan sekitar 20 persen akibat keterbatasan pasokan air.

Defransisco menyebut enam wilayah menjadi perhatian karena rawan kekeringan, yakni Wonogiri, Blora, Rembang, Grobogan, Jepara, dan sebagian wilayah Cilacap.

"Itu beberapa lokasi yang kita pantau karena kekeringannya lebih dulu," katanya.

Para petani sejauh ini masih melakukan penanaman meskipun luas lahan yang dapat ditanami berkurang akibat keterbatasan air.

"Turun sekitar 20 persen, tapi itu laporan yang angkanya masih bisa berbeda, karena penyuluh juga di lapangan, ini laporan per bulan lalu (Juli)," katanya.

Defransisco menjelaskan kondisi kekeringan di setiap wilayah tidak sama sehingga dampaknya terhadap lahan pertanian juga berbeda.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten, Kementerian Pertanian, penyuluh, Bank Indonesia, dan Balai Besar Wilayah Sungai terus berupaya menjaga pasokan air ke lahan pertanian.

Upaya tersebut dilakukan untuk mempertahankan produksi padi di tengah musim kemarau dan mengurangi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.

Pemerintah menyiapkan sumur dalam dan sumur dangkal di daerah yang mengalami kesulitan memperoleh air.

Air dari sumber tersebut kemudian dialirkan menggunakan pompa dan pipa menuju lahan pertanian agar kegiatan penanaman tetap berjalan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026