HOME  ⁄  Nasional

Anggota DPR Ansari Membantu Sumur Bor untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pamekasan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Anggota DPR Ansari Membantu Sumur Bor untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pamekasan
Foto: (Sumber :Anggota DPR RI Ansari memberikan bantuan sumur bor di Dusun Talandung II, Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Kamis (27/8/2026). ANTARA/Abd. Aziz.)

Pantau - Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan XI Pulau Madura, Jawa Timur, Ansari memberikan bantuan sumur bor beserta pipanisasi bagi warga Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.

"Ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral bagi warga di Desa Kertagena Laok," kata Ansari dalam keterangan yang disampaikan kepada media, Kamis malam.

Desa Kertagena Laok merupakan salah satu wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Pamekasan sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih ketika musim kemarau.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Tenaga Ahli Dapil Ansari, Muhammad Shodiq, di lokasi pengeboran Dusun Talandung II.

"Ibu Ansari tidak bisa datang secara langsung karena sedang ada rapat internal, dan oleh karena itu, beliau mengutus kami untuk datang ke lokasi pengeboran sumur di Dusun Talandung II ini," katanya.

Bantuan tidak hanya berupa pembangunan sumur bor, tetapi juga dilengkapi pipanisasi menuju rumah-rumah warga terdampak.

Kepala Desa Kertagena Laok Abd Qodir memperkirakan sumur tersebut dapat memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 50 kepala keluarga apabila proses pengeboran berhasil.

Pemanfaatan air pada tahap awal akan diprioritaskan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus, sedangkan penggunaannya dapat diperluas untuk pertanian apabila debit air mencukupi.

"Dusun Tlandung II ini memang sangat kekurangan air. Meskipun ada sumur galian, tetapi saat musim kemarau seperti saat ini, debit sumber mata air berkurang dan hanya cukup untuk minum," katanya.

Warga selama ini harus mengambil air ke desa lain atau membeli air untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci ketika musim kemarau.

Pengeboran sumur diperkirakan mencapai kedalaman sekitar 88 meter dan ditargetkan selesai dalam waktu kurang lebih dua hari.

Abd Qadir berharap pengeboran berhasil sehingga masyarakat memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

"Saya sangat berterima kasih atas nama warga kepada Ibu Ansari. Mudah-mudahan proses pengeboran ini berhasil dan bermanfaat untuk ke depannya, khususnya di Desa Kertagena Laok,” katanya.

Warga setempat bernama Arista mengatakan persoalan kekurangan air telah berlangsung selama bertahun-tahun dan memaksa masyarakat membeli air saat kemarau.

"Seingat saya sejak 2018 warga di dusun sini terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026