HOME  ⁄  Nasional

Kemenhut Mengandalkan Sumur Bor untuk Atasi Karhutla saat Kemarau Panjang Melanda Kalimantan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenhut Mengandalkan Sumur Bor untuk Atasi Karhutla saat Kemarau Panjang Melanda Kalimantan
Foto: (Sumber :Arsip - Petugas Kemenhut menggunakan tandon lipat portabel untuk menjaga pasokan air dalam upaya memadamkan kebakaran lahan di ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor. ANTARA/Firman.)

Pantau - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengandalkan sumur bor untuk mengatasi krisis pasokan air dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala luas di sejumlah wilayah rawan Sumatera dan Kalimantan.

Kepala Bagian Pelayanan dan Penyajian Informasi Publik Kemenhut Agus Yasin mengatakan kemarau panjang membuat operasi pemadaman melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan semakin sulit dilakukan karena ketersediaan bibit awan terus berkurang.

"Kalau kemarin-kemarin kita masih bisa menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk hujan buatan, cuman semakin ke sini bibit-bibit awan semakin menipis. Mau nggak mau memang pasukan darat yang banyak diterjunkan dan semakin banyak personil yang diturunkan itu semakin efektif juga untuk melakukan penanganan-penanganan tersebut," katanya dalam diskusi yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu.

Agus mengatakan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kering ekstrem tanpa hujan telah berlangsung hampir 30 hari dan berpotensi berlanjut hingga 60 hari.

"Jadi musim kemarau ini, kemarin kami dikabari dari BMKG, sudah hampir 30 hari tanpa hujan. Ini kemungkinan bisa jadi sampai 60 hari tanpa hujan," ujarnya.

Kondisi tersebut menyebabkan air di permukaan terus berkurang akibat penguapan sehingga tim gabungan harus mencari sumber air alternatif untuk operasi pemadaman.

Tim satuan tugas gabungan dari Kemenhut, TNI, Polri, dan instansi terkait kemudian mengubah taktik dengan membuat sumur bor yang menembus bagian dalam lapisan lahan gambut.

Lahan gambut dipilih karena memiliki kesatuan hidrologis yang masih menyimpan cadangan air pada kedalaman tertentu meskipun air di permukaan menipis.

"Jadi kita tinggal tusuk buat sumur bor secara langsung itu bisa dapat airnya. Jadi itulah yang saat ini dimaksimalkan dalam pengendalian kebakaran khususnya di Sumatera dan Kalimantan," ucap Agus Yasin.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya meminta penambahan sumur bor untuk mengatasi krisis air dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan menjelang puncak musim kemarau pada September 2026.

Sejumlah sumur bor saat ini telah dimanfaatkan petugas untuk mendukung pemadaman, termasuk di kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor yang memiliki lahan rawan terbakar.

"Sumur bor ini menjadi sumber air utama saat sulitnya mendapatkan air untuk pemadaman," kata Menhut Raja pada 23 Agustus 2026.

Penggunaan sumur bor menjadi salah satu langkah yang dimaksimalkan pemerintah untuk menjaga ketersediaan air bagi pasukan darat ketika kondisi kemarau panjang membatasi efektivitas hujan buatan.

Penulis :
Ahmad Yusuf