
Pantau - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mendistribusikan 24 unit mesin alkon ke lima daerah rawan kekeringan untuk memperkuat penanganan krisis air bersih dan potensi kebakaran hutan dan lahan menjelang puncak musim kemarau.
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka mengatakan Kabupaten Bombana dan Kabupaten Kolaka Timur masing-masing memperoleh enam unit mesin alkon.
"Sementara Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari masing-masing mendapatkan lima unit, serta Kabupaten Kolaka menerima dua unit," ujarnya.
Penyaluran pompa air tersebut merupakan intervensi pemerintah provinsi untuk mendukung kebutuhan wilayah yang rentan mengalami kekeringan.
"Kita akan siapkan dan kita distribusikan ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan, serta alat pemadam kebakaran akan dianggarkan tahun ini dan ditempatkan di daerah-daerah yang rawan kebakaran," ujar Andi Sumangerukka.
Selain mesin alkon, Pemprov Sultra menyerahkan dua unit tenda keluarga dan logistik kebencanaan kepada Kabupaten Muna Barat serta satu unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter kepada Kabupaten Buton Utara.
"Dukungan operasional tersebut diharapkan membuat jajaran pemda di lima daerah penerima manfaat lebih responsif dan sigap dalam menangani gangguan pasokan air warga maupun penanganan dini titik api di daerah masing-masing," ujarnya.
Pemprov Sultra juga menyiapkan sembilan unit mobil tangki air untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di tujuh daerah berisiko tinggi.
Tujuh daerah tersebut meliputi Kabupaten Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Buton Tengah, Kota Baubau, dan Kota Kendari.
"Sementara sepuluh kabupaten/kota lainnya di Sultra berada pada tingkat risiko sedang," kata Andi.
Andi menjelaskan ancaman bencana hidrometeorologi meningkat seiring prakiraan puncak musim kemarau pada September hingga Oktober 2026 dengan durasi kekeringan diproyeksikan mencapai 21 dasarian.
"Berdasarkan laporan resmi Stasiun Klimatologi BMKG Sultra dan pemetaan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Provinsi Sultra 2022-026, seluruh kabupaten dan kota di wilayah Sultra secara umum berada pada potensi kerawanan tinggi terhadap bencana kekeringan," ujar Andi.
- Penulis :
- Aditya Yohan




