
Pantau - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengirim 200 unit pompa air ke empat provinsi di Kalimantan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus menyiapkan sarana irigasi bagi petani dan pekebun setelah kondisi kembali normal.
Pengiriman bantuan tersebut dilakukan setelah Amran menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar pompa segera disalurkan untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan.
"Yang terpenting adalah Bapak Presiden menelepon kami untuk mengirim pompa. Maghrib kami ditelepon Beliau, besoknya pompanya sudah dikirim," kata Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis.
Empat Provinsi Masing-Masing Terima 50 Pompa
Sebanyak 200 unit pompa dibagi secara merata ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat dengan masing-masing provinsi memperoleh 50 unit.
"Sebanyak 50 unit (pompa dikirim) ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur 50 unit, Kalimantan Selatan 50 unit, Kalimantan Barat 50 unit, itu langsung kita kirim," ujar Amran.
Pompa tersebut untuk sementara difokuskan membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah terdampak.
Pemerintah juga merancang pemanfaatan pompa dalam jangka panjang dengan mengalihfungsikannya sebagai sarana irigasi bagi petani dan pekebun setelah penanganan karhutla selesai.
"Iya, (pompa yang dikirim untuk) pemadaman. Dan juga bisa difungsikan itu nanti (untuk pertanian) setelah pemadaman. Itu bisa difungsikan juga pekebun dan pertanian untuk irigasi," ucap Amran.
Pengiriman bantuan menjadi bagian dari langkah Kementerian Pertanian untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan dan kebakaran lahan.
Hingga saat ini, Kementerian Pertanian belum menerima laporan mengenai lahan pertanian maupun perkebunan yang terdampak kebakaran di wilayah tersebut.
"Sampai sekarang belum ada laporan. Tapi nanti kami cek," tutur Amran.
Kementerian Pertanian tetap melakukan pemantauan secara intensif meski belum menerima laporan mengenai dampak karhutla terhadap sektor pertanian dan perkebunan.
Prabowo Sebut Pemerintah Kerahkan Kekuatan Besar
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah melakukan langkah terpadu dalam menghadapi berbagai bencana dan kondisi iklim ekstrem, termasuk gempa bumi serta kebakaran hutan dan lahan.
Prabowo mengatakan dirinya telah mengecek langsung penanganan di sejumlah lokasi dan menilai berbagai unsur terkait telah bekerja secara efektif.
"Kita bersyukur, saya sudah keliling ke beberapa tempat, saya cek sendiri, syukur alhamdulillah semua unsur, pemerintah daerah, kementerian-kementerian lembaga, TNI Polri, BNPB, lingkungan hidup, kementerian-kementerian kehutanan, semua bekerja secara efektif," kata Prabowo dikutip di Jakarta, Selasa (25/8).
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya pada Peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BNPB, unsur lingkungan hidup, serta kementerian yang menangani kehutanan.
Pemerintah juga telah mengerahkan puluhan helikopter, belasan pesawat, berbagai teknik penanganan, ratusan bor air, ratusan pompa air, serta ribuan personel.
"Karena kita telah kerahkan kekuatan yang sangat besar, kita telah menunjukkan negara kita kuat, kita sekarang mengerahkan puluhan helikopter, belasan pesawat, berbagai teknik, ratusan bor air, ratusan pompa air, ribuan personel," tutur Prabowo.
- Penulis :
- Shila Glorya




