
Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan fasilitas layanan publik dan rumah ibadah yang rusak akibat gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan diperbaiki atau dibangun kembali berdasarkan tingkat kerusakan dengan mengutamakan keselamatan serta kearifan lokal.
Dody mengatakan penanganan bangunan terdampak harus dilakukan secara cepat dan tepat dengan melibatkan pihak yang menggunakan maupun mengelola fasilitas tersebut.
“Kalau bangunan kita kerjakan ulang, di manapun kearifan lokal harus dijaga. Jadi harus koordinasi dengan yang menggunakan atau mengelola bangunan tersebut,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Dody meninjau langsung Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek serta Masjid Nurul Huda Reo di Kabupaten Manggarai untuk memastikan kondisi bangunan terdampak telah didata dan diperiksa.
Hasil asesmen akan menjadi dasar penanganan dengan bangunan yang masih dapat diperbaiki menjalani rehabilitasi, sedangkan fasilitas yang rusak berat dapat dibangun kembali menggunakan konstruksi yang lebih kuat.
Pendataan dan pemeriksaan bangunan dilakukan Kementerian PU melalui unit teknis terkait, termasuk Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
“Di sini ada masjid, tadi masjidnya rusak parah sehingga harus dibongkar seluruhnya. Gereja di Dampek juga sama,” kata Dody.
Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek yang telah berdiri sejak 1979 menjadi salah satu bangunan yang membutuhkan penanganan setelah terdampak gempa.
Dody menginstruksikan pembangunan kembali gereja dikoordinasikan dengan pastor, pengurus paroki, dan Keuskupan Ruteng agar karakter lokal bangunan tetap dipertahankan.
“Kalau gereja ya koordinasi dengan pastornya. Kearifan lokalnya jangan sampai hilang,” ujarnya.
Koordinasi serupa juga akan dilakukan dengan takmir atau pengurus Masjid Nurul Huda Reo sehingga pembangunan kembali sesuai kebutuhan masyarakat yang menggunakannya.
Dody menegaskan penerapan kearifan lokal tidak boleh mengurangi standar keselamatan karena Flores merupakan wilayah yang memiliki risiko gempa.
“Bangunannya harus kita perkuat karena bagaimanapun ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya,” ujar Menteri Dody.
Penanganan tersebut menerapkan prinsip build back better dengan membangun kembali fasilitas menggunakan kualitas konstruksi yang lebih baik, aman, dan tahan terhadap risiko bencana.
Kementerian PU juga akan melibatkan masyarakat sekitar dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar pemulihan fasilitas berjalan sekaligus membantu menjaga mata pencaharian warga terdampak.
“Wajib melibatkan masyarakat setempat, sehingga masyarakat setempat tidak kehilangan pencaharian. Mereka bisa kembali mendapatkan pencahariannya dengan ikut terlibat dalam semua proses rehab-rekon di area yang paling terdampak,” katanya.
Pelibatan warga diharapkan membuat proses pemulihan pascagempa tetap berjalan seiring dengan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




