
Pantau - Badak LNG meraih lima penghargaan dalam ajang Indonesia QHSE & Sustainability Award (IQSA) 2026 di Jakarta, Jumat (28/8), berkat konsistensi memperkuat budaya keselamatan dan menerapkan inovasi digital dalam pengelolaan SHEQS serta keberlanjutan bisnis.
Capaian tersebut menjadi penghargaan ketiga secara berturut-turut yang diraih Badak LNG dalam ajang IQSA sejak 2024.
Penghargaan yang diterima meliputi Bintang 5 IQSA 2026, The Best Innovation Technology in QHSE and Sustainability in Business 2026, serta The Best QHSE Team and Safety Culture 2026.
President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin juga meraih The Best CEO in QHSE Excellent 2026, sedangkan Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho memperoleh predikat The Best QHSE Director 2026.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh pekerja dan manajemen untuk melakukan improvement. Raihan ini juga menunjukkan upaya yang dilakukan Badak LNG sudah on the track untuk mengintegrasikan inovasi dan kinerja keselamatan kilang,” kata Feri dalam keterangannya di Bontang, Sabtu.
Badak LNG tercatat telah menjalankan operasional selama 19 tahun tanpa kecelakaan kerja yang menyebabkan Lost Time Incident (LTI).
Perusahaan memperkuat budaya Safety, Health, Environment, Quality and Security (SHEQS) melalui berbagai inovasi dalam continuous improvement program (CIP), mulai dari aplikasi digital untuk memantau risiko hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang dapat dipantau melalui perangkat seluler.
Lead Specialist SHEQ MS Badak LNG Anto Yamashita mengatakan pengembangan teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan operasional sekaligus memperkuat pengendalian risiko perusahaan.
“Inovasi tersebut tidak hanya untuk penerapan teknologi saja, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan di lapangan, mempermudah proses kerja, meningkatkan pengendalian risiko, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” katanya.
Badak LNG juga menerapkan prinsip Good Safety is Good Business dalam operasional kilang sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan perusahaan.
Prinsip tersebut semakin diperkuat sejalan dengan rencana reaktivasi kilang yang membutuhkan peningkatan aspek keselamatan, keandalan, dan produksi untuk menjaga operational excellence perusahaan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




