HOME  ⁄  Nasional

Menteri PU Dody Hanggodo Dukung Pengembangan Pulau Penyengat dengan Tetap Melestarikan Warisan Sejarah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Menteri PU Dody Hanggodo Dukung Pengembangan Pulau Penyengat dengan Tetap Melestarikan Warisan Sejarah
Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo didampingi Wali Kota Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Raja Ariza meninjau Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu 29/8/2026 (sumber: ANTARA/Ogen)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), sebagai kawasan wisata bersejarah sekaligus pusat peradaban Melayu.

Dody menegaskan pengembangan kawasan tersebut harus tetap memperhatikan pelestarian sejarah dan budaya karena Pulau Penyengat memiliki perjalanan sejarah yang panjang serta berstatus sebagai cagar budaya nasional.

"Pulau Penyengat ini punya histori yang cukup panjang, sehingga tetap harus dilestarikan. Kita pasti dukung pengembangan kawasan ini," kata Dody seusai meninjau Pulau Penyengat.

Kementerian PU Lanjutkan Penataan Pulau Penyengat

Kementerian PU dalam beberapa tahun terakhir telah menjalankan berbagai program penataan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Pulau Penyengat.

Pekerjaan yang telah dilaksanakan antara lain perbaikan dan pelebaran koridor jalan lingkungan guna meningkatkan kualitas infrastruktur kawasan.

Kementerian PU juga membangun jalur pejalan kaki atau pedestrian serta memperbaiki sistem drainase sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir.

Penataan kawasan turut mencakup penyediaan utilitas, shelter, dan ruang terbuka publik untuk menunjang aktivitas masyarakat maupun wisatawan.

Pada periode 2026–2027, Kementerian PU kembali menempatkan pengembangan Pulau Penyengat sebagai salah satu prioritas dengan sejumlah rencana penataan lanjutan.

Rencana tersebut antara lain mencakup penataan kawasan Balai Adat Pulau Penyengat dan pengecatan Masjid Sultan Riau sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas kawasan bersejarah.

Pemerintah juga merencanakan perbaikan dermaga atau Pelantar Kuning Penyengat dari dua sisi, yakni sisi Tanjungpinang dan sisi Pulau Penyengat.

Khusus pekerjaan perbaikan pelantar atau titian di atas laut, Kementerian PU akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena urusan kepelabuhanan berada pada sektor utama kementerian tersebut.

"Kita akan diskusi dengan Menhub. Intinya bagi-bagi tugas saja," ujar Dody.

Dody belum memerinci total anggaran yang diperlukan untuk penataan lanjutan karena kebutuhan tersebut masih akan dihitung berdasarkan pekerjaan dan pengembangan kawasan yang akan dilaksanakan.

Pengembangan Tetap Jaga Status Cagar Budaya

Pengembangan Pulau Penyengat mempertimbangkan status kawasan tersebut sebagai cagar budaya nasional sehingga peningkatan daya tarik wisata tetap harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai sejarah dan budaya.

Pemerintah berharap penataan lanjutan dapat membuat Pulau Penyengat semakin menarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara tanpa menghilangkan karakter kawasan sebagai salah satu pusat penting peradaban Melayu di Kepulauan Riau.

Dalam kunjungannya, Dody bersama jajaran didampingi Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza.

Rombongan berkeliling Pulau Penyengat menggunakan becak motor untuk melihat secara langsung sejumlah warisan sejarah dan budaya di kawasan tersebut.

Dody antara lain meninjau Balai Adat dan Masjid Sultan Riau yang menjadi bagian dari daya tarik sejarah, budaya, dan religi Pulau Penyengat.

Pulau Penyengat merupakan pulau kecil yang berada di seberang pusat Kota Tanjungpinang dan dapat ditempuh sekitar 15 menit menggunakan pompong atau kapal kayu.

Perpaduan wisata budaya, sejarah, dan religi menjadikan Pulau Penyengat sebagai salah satu destinasi yang menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026