HOME  ⁄  Nasional

Kodam VI/Mulawarman Pulihkan Ekosistem Kaltim-Kaltara Pascakarhutla dengan Penghijauan dan Optimalisasi Sumber Air

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kodam VI/Mulawarman Pulihkan Ekosistem Kaltim-Kaltara Pascakarhutla dengan Penghijauan dan Optimalisasi Sumber Air
Foto: Panglima Kodam VI Mulawarman Krido Pramono bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro di satu lokasi kebakaran lahan di Balikpapan.

Pantau - Kodam VI/Mulawarman bersama sejumlah unsur terkait mulai memulihkan ekosistem terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara melalui penanaman pohon serta optimalisasi sumber air.

Upaya tersebut dilakukan pada Agustus 2026 untuk mengembalikan fungsi lingkungan di kawasan bekas kebakaran dan lahan yang kehilangan tutupan vegetasi.

Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono mengatakan penghijauan dilakukan di kawasan bekas kebakaran, lahan gundul, hingga bantaran sungai.

"Bulan ini kami melakukan upaya pemulihan, di antaranya penanaman pohon kembali di tempat bekas kebakaran ataupun lahan gundul, termasuk bantaran sungai," ungkap Krido di Balikpapan, Sabtu (29/8).

TNI, Polri hingga Masyarakat Terlibat Pemulihan

Pemulihan vegetasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, ulama, dan masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan yang kehilangan tutupan pohon akibat karhutla sekaligus menekan risiko kebakaran kembali terjadi selama musim kemarau.

Selain melakukan penghijauan, pemerintah dan unsur terkait mengoptimalkan infrastruktur sumber air yang telah tersedia di wilayah terdampak.

Embung yang sebelumnya dibangun kembali diaktifkan untuk mendukung ketersediaan air ketika curah hujan minim.

"Sumur-sumur bor yang telah kita bangun juga menjadi sumber air bersih, bahkan sampai dengan untuk pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan," jelas Krido.

Ketersediaan air dinilai krusial karena selain memenuhi kebutuhan masyarakat juga dapat mendukung operasi pemadaman apabila titik api kembali muncul.

Doa Bersama dan Shalat Istisqa Digelar

Upaya menghadapi kondisi kemarau juga dilakukan melalui doa bersama dan shalat istisqa yang digelar serentak di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara untuk memohon turunnya hujan.

"Karena kita juga tidak jauh dari kekurangan dan kelemahan. Hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala yang memberikan bantuan, di antaranya hujan dan tercegah dari segala macam bencana," katanya.

Krido menegaskan menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Masyarakat diharapkan ikut menanam pohon, menjaga sumber air, dan tidak membakar lahan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko karhutla serta menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026